SARJANA INGSUN RIFAI

Acara Prosesi Wisuda S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pasuruan

Sang Pejuang Keluarga

Pejuang keluarga yang penuh ketangguhan dan keihlasan demi menyongsong masa depan yang cerah

MENATAP MASA DEPAN YANG CERAH

Tampil biasa dan apa adanya walaupun kadang terlihat rendah dari pada yang lainnya

Sukmo Semanding Rogo

Tunduk Patuh Neriman Ing Pandhum.e Gusti Allah

Eling marang Gusti Pangeran tur ra nglaleke dumateng Kanjeng Guru

Biasa dengan membiasakan diri seperti biasa agar tidak terlihat luar biasa walaupun terkadang hanya impian belaka

Minggu, 07 Januari 2018

HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI BERTEMU NABI ﷺ.

HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI BERTEMU NABI ﷺ.

Di waktu umur Habibana 'Ali bin Muhammad al-Habsyi 7 tahun,
ibunda beliau memanggil beliau dan berkata,

"Yaa 'Ali, engkau mau dapat ridho ku di dunia dan akhirat ..?"

"Iya, ya ummii .." Jawab beliau.

"Kalau engkau mau dapat ridho dariku, ada syaratnya .. !!" Kata ibu Habib 'Ali.

"Apa syaratnya, ummi .. ??"

"Engkau harus bertemu dengan datukmu, Rosulullah ﷺ." Jawab ummi dia.

Habib 'Ali al-Habsyi yang masih kecil bingung.
Dia tidak mengetahui bagaimana cara untuk bertemu dengan kakeknya.
Mulailah ia mencari tahu dan belajar dengan guru-gurunya.
Pergilah ia ke salah satu tempat majelis Ulama, kemudian dia berkisah tentang
permasalahannya untuk mendapat ridlo ibunya dengan cara seperti tadi.
Lalu gurunya berkata,
"Yaa 'Ali, kalau engkau ingin bertemu dengan Rasulullah ﷺ maka engkau harus mencintai Beliau ﷺ  dahulu dan tak akan ada rasa cinta jika engkau tak kenal dengan yang di cinta."

Belajarlah beliau tentang sejarah Baginda Nabi ﷺ.
Tidak hanya itu, setiap orang alim yang ada selalu di tanya tentang masalah ini.
Walhasil, banyaklah guru beliau. Ada yang berkisah kalau guru beliau mencapai ribuan orang.

Seiring waktu berjalan, bertambahlah umur beliau sampai mencapai usia kurang lebih 20 tahun,
beliau akhirnya bermimpi bertemu kakeknya Nabi ﷺ.
Begitu terbangun dari tidurnya, dia langsung memberitahu ibunya.

"Yaa ummii ... 'Ali sudah bertemu Baginda Rasulullah ﷺ." Kata al-Habib' Ali sambil menangis haru.
Tapi, apa jawab ibunda beliau .. !!! ??

"Yaa 'Ali, dimana engkau bertemu Dia?"

"Di dalam mimpiku, Ummii." Kata al-Habib 'Ali.

"Yaa 'Ali, pergi engkau dari hadapanku. Engkau bukan anakku ... !!!! "

Menangislah beliau ... Keinginan hati untuk memberikan sang ibu pupus sudah.

Dalam kegelisahannya, ia kembali bertanya kepada guru-gurunya,
namun tak satupun dapat menjawabnya.
Mengapa ibu dia justru marah setelah mendapat laporannya tentang mimpinya.

Pada suatu malam ia kembali bermunajah untuk dapat bertemu kakeknya Nabi ﷺ.
Larut dalam tangisan tengah malam, al-hasil tidurlah ia.
Dan al-Hamdulillah beliau kembali bertemu dengan kakeknya Nabi ﷺ.

"Yaa Jiddy (Kakek ku), Yaa Rasulullah ﷺ ..
Anakmu ini ingin menanyakan tentang perihal ummii." Kata al-Habib 'Ali kepada Rasul Allah ﷺ.

"Duhai 'Ali anakku, sampaikan salamku kepada ibumu .." Jawab Rasulullah ﷺ didalam mimpi Habib' Ali.

Begitu bangun, dia langsung mengetuk pintu kamar umminya sambil menangis tersedu-sedu.

"Duhai Ummii, anakmu telah bertemu lagi dengan Baginda Rasulullah ﷺ dan
Beliau kirim salam kepada Ummii." Kata al-Habib 'Ali.

Tiba-tiba dari kamar, ibunda beliau keluar dan berkata,

"Yaa 'Ali, kapan dan dimana engkau bertemu datukmu Nabi  ﷺ.. ??" Tanya ibu al-Habib' Ali

"Aku bertemu beliau di dalam mimpiku." Jawab al-Habib 'Ali dengan tangisan yang tak putus-putus.

"Pergi dari hadapanku ya 'Ali ... !!! Engkau bukan anakku .. !! "Jawabnya.
Jawaban sang ibu benar-benar meruntuhkan hati al-Habib 'Ali.
Kemudian pintu kamar ibu al-Habib 'Ali al-Habsyi tertutup lagi, meninggalkan dia seorang diri.

Esok harinya ia mengeluh kembali kepada guru-gurunya namun
tak satupun dari mereka yang dapat menenangkan hati beliau.
Semakin hari kegelisahannya semakin menjadi-jadi, setiap detik setiap saat dia terus-terusan
mengeluh dan bermunajah serta bertawajjuh kepada Allah Ta'ala dan Rasulullah ﷺ.
Tibalah suatu malam, ia hanyut jauh ke dalam lautan munajah dan mahabbah yang amat
sangat dahsyat kepada Nabi ﷺ.
Kemudian beliau sujud yang sangat lama, tiba-tiba dalam kondisi sujud beliau
mendengar suara yang lemah lembut,

"Yaa 'Ali, angkat kepalamu .. !!! Datukmu ada di mata zhohirmu. "
Begitu al-Habib 'Ali al-Habsyi mengangkat kepalanya seraya membuka kedua pelupuk matanya perlahan-lahan, bergetarlah seluruh tubuh Habibana' Ali. Dia menangis dan berkata,

"Marhaba bikum Yaaa Jiddii, Yaa Rasulullah .."

Ternyata sosok tersebut adalah Rasulullah ﷺ berada di hadapan al-Habib 'Ali.
Kemudian Nabi ﷺ berkata, "Duhai anakku, sampaikan salamku kepada ummi-mu dan
katakan kepadanya kalau aku menunggunya di sini .. !!"

Seolah-olah gempa. Bergetar sekujur tubuh al-Habib 'Ali al-Habsyi, ia merangkak ke kamar ibundanya.

"Yaa 'Ummi, aku telah bertemu kembali dengan Nabi ﷺ dengan mata zhohirku dan
Beliau menunggu Ummi di kamar' Ali .."

Ibunda beliau membuka pintu kamarnya seraya berkata,
"Ini baru anakku engkau telah mendapat ridlo dari ku."

Masya Allah .. Inilah didikan dari seorang ibu kepada anaknya untuk mencintai Nabi ﷺ.
Semoga kita di beri taufiq oleh Allah Ta'ala untuk meniru dan mengikutinya.

Allahuma Sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim.

Semoga bermanfaat
Silahkan share

Oleh: al-Habib ‘Ali Ridlo bin Luqman al-Kaff
Edisi Menjelang Haul Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi

Ngalap Berkah Dengan Berziarah Ke Makam Para Wali

Ngalap Berkah Dengan Berziarah Ke Makam Para Wali


Berkah (barokah) diartikan dengan tambahnya kebaikan (ziyadah al-khair). Sedangkan tabarruk bermakna mencari tambahnya kebaikan atau ngalap barokah (thalab ziyadah al-khair). Demikian para ulama menjelaskan.
Masyarakat kita seringkali mendatangi orang-orang saleh dan para ulama sepuh dengan tujuan tabarruk. Para ulama dan orang saleh memang ada barokahnya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: اَلْبَرَكَةُ مَعَ أَكَابِرِكُمْ “. رواه ابن حبان (١٩١٢) وأبو نعيم في “الحلية” (٨/١٧٢) و الحاكم في “المستدرك” (١/٦٢) و الضياء في “المختارة” (٦٤/٣٥/٢) و قال الحاكم : “صحيح على شرط البخاري” . و وافقه الذهبي.
“Dari Ibn Abbas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Berkah Allah bersama orang-orang besar di antara kamu.” (HR. Ibn Hibban (1912), Abu Nu’aim dalam al-Hilyah (8/172), al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/62) dan al-Dhiya’ dalam al-Mukhtarah (64/35/2). Al-Hakim berkata, hadits ini shahih sesuai kriteria al-Bukhari, dan al-Dzahabi menyetujuinya.)
Al-Imam al-Munawi menjelaskan dalam Faidh al-Qadir, bahwa hadits tersebut mendorong kita mencari berkah Allah subhanahu wa ta’ala dari orang-orang besar dengan memuliakan dan mengagungkan mereka. Orang besar di sini bisa dalam artian besar ilmunya seperti para ulama, atau kesalehannya seperti orang-orang saleh. Bisa pula, besar dalam segi usia, seperti orang-orang yang lebih tua.
Di antara amal yang dapat mendekatkan seseorang kepada Allah subhanahu wa ta’ala adalah ziarah makam para nabi atau para wali. Baik ziarah tersebut dilakukan dengan tujuan mengucapkan salam kepada mereka atau karena tujuan tabarruk (ngalap barokah) dengan berziarah ke makam mereka. Maksud tabarruk di sini adalah mencari barokah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara berziarah ke makam para wali.
Orang yang berziarah ke makam para wali dengan tujuan tabarruk, maka ziarah tersebut dapat mendekatkannya kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menjauhkannya dari Allah subhanahu wa ta’ala. Orang yang berpendapat bahwa ziarah wali dengan tujuan tabarruk itu syirik, jelas keliru. Ia tidak punya dalil, baik dari al-Qur’an maupun dari hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Al-Hafizh Waliyyuddin al-’Iraqi berkata ketika menguraikan maksud hadits:
أَنَّ مُوْسَى u قَالَ: رَبِّ أَدْنِنِيْ مِنَ اْلأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ وَأَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «وَاللهِ لَوْ أَنِّيْ عِنْدَهُ لأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَنْبِ الطَّرِيْقِ عِنْدَ الْكَثِيْبِ الْأَحْمَرِ».
“Sesungguhnya Nabi Musa u berkata, “Ya Allah, dekatkanlah aku kepada tanah suci sejauh satu lemparan dengan batu.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Demi Allah, seandainya aku ada disampingnya, tentu aku beritahu kalian letak makam Musa, yaitu di tepi jalan di sebelah bukit pasir merah.”
Ketika menjelaskan maksud hadits tersebut, al-Hafizh al-’Iraqi berkata:
وَفِيْهِ اسْتِحْبَابُ مَعْرِفَةِ قُبُوْرِ الصَّالِحِيْنَ لِزِيَارَتِهَا وَالْقِيَامِ بِحَقِّهَا، وَقَدْ ذَكَرَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم لِقَبْرِ السَّيِّدِ مُوْسَى u عَلاَمَةً هِيَ مَوْجُوْدَةٌ فِيْ قَبْرٍ مَشْهُوْرٍ عِنْدَ النَّاسِ اْلآَنَ بِأَنَّهُ قَبْرُهُ، وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمَوْضِعَ الْمَذْكُوْرَ هُوَ الَّذِيْ أَشَارَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلاَمُ.
“Hadits tersebut menjelaskan anjuran mengetahui makam orang-orang saleh untuk dizarahi dan dipenuhi haknya. Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah menyebutkan tanda-tanda makam Nabi Musa u yaitu pada makam yang sekarang dikenal masyarakat sebagai makam beliau. Yang jelas, tempat tersebut adalah makam yang ditunjukkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.” (Tharh al-Tatsrib, [3/303]).
Pada dasarnya ziarah kubur itu sunnat dan ada pahalanya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : « كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا » رَوَاهُ مُسْلِمٌ (٧/٤٦). وَفِيْ رِوَايَةٍ « فَمَنْ أَرَادَ أَنْ يَزُوْرَ الْقُبُوْرَ فَلْيَزُرْ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُنَا اْلآَخِرَةَ».
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Dulu aku melarang kamu ziarah kubur. Sekarang ziarahlah.” (HR. Muslim). Dalam satu riwayat, “Barangsiapa yang hendak ziarah kubur maka ziarahlah, karena hal tersebut dapat mengingatkan kita pada akhirat.” (Riyadh al-Shalihin [bab 66]).
Di sini mungkin ada yang bertanya, adakah dalil yang menunjukkan bolehnya ziarah kubur dengan tujuan tabarruk dan tawassul? Sebagaimana dimaklumi, tabarruk itu punya makna keinginan mendapat berkah dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan berziarah ke makam nabi atau wali. Kemudian para nabi itu meskipun telah pindah ke alam baka, namun pada hakekatnya mereka masih hidup. Dengan demikian, tidak mustahil apabila mereka merasakan datangnya orang yang ziarah, maka mereka akan mendoakan peziarah itu kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «اَلاَنْبِيَاءُ أَحْيَاءٌ فِيْ قُبُوْرِهِمْ يُصَلُّوْنَ» رواه البيهقي.
“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Para nabi itu hidup di alam kubur mereka seraya menunaikan shalat.” (HR. al-Baihaqi dalam Hayat al-Anbiya’, [1]).
Sebagai penegasan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang telah wafat, dapat mendoakan orang yang masih hidup, adalah hadits berikut ini:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «حَيَاتِيْ خَيْرٌ لَكُمْ تُحْدِثُوْنَ وَيُحْدَثُ لَكُمْ وَمَمَاتِيْ خَيْرٌ لَكُمْ فَإِذَا أَنَا مِتُّ عُرِضَتْ عَلَيَّ أَعْمَالُكُمْ فَإِنْ رَأَيْتُ خَيْرًا حَمِدْتُ اللهَ وَإِنْ رَأَيْتُ غَيْرَ ذَلِكَ اِسْتَغْفَرْتُ لَكُمْ » رَوَاهُ الْبَزَّارُ.
“Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Hidupku lebih baik bagi kalian. Kalian berbuat sesuatu, aku dapat menjelaskan hukumnya. Wafatku juga lebih baik bagi kalian. Apabila aku wafat, maka amal perbuatan kalian ditampakkan kepadaku. Apabila aku melihat amal baik kalian, aku akan memuji kepada Allah. Dan apabila aku melihat sebaliknya, maka aku memintakan ampun kalian kepada Allah.” (HR. al-Bazzar, [1925]).
Karena keyakinan bahwa para nabi itu masih hidup di alam kubur mereka, kaum salaf sejak generasi sahabat melakukan tabarruk dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam setelah beliau wafat. Hakekat bahwa para nabi dan orang saleh itu masih hidup di alam kubur, sehingga para peziarah dapat bertabarruk dan bertawassul dengan mereka, telah disebutkan oleh Syaikh Ibn Taimiyah berikut ini:
وَلاَ يَدْخُلُ فِيْ هَذَا الْبَابِ (أَيْ مِنَ الْمُنْكَرَاتِ عِنْدَ السَّلَفِ) مَا يُرْوَى مِنْ أَنَّ قَوْمًا سَمِعُوْا رَدَّ السَّلاَمِ مِنْ قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَوْ قُبُوْرِ غَيْرِهِ مِنَ الصَّالِحِيْنَ وَأَنَّ سَعِيْدَ بْنِ الْمُسَيَّبِ كَانَ يَسْمَعُاْلأَذَانَ مِنَ الْقَبْرِ لَيَالِيَ الْحَرَّةِ وَنَحْوُ ذَلِكَ فَهَذَا كُلُّهُ حَقٌّ لَيْسَ مِمَّا نَحْنُ فِيْهِ وَاْلأَمْرُأَجَلُّ مِنْ ذَلِكَ وَأَعْظَمُ وَكَذَلِكَ أَيْضًا مَا يُرْوَى أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَشَكَا إِلَيْهِ الْجَدَبَ عَامَ الرَّمَادَةِ فَرَآهُ وَهُوَ يَأْمُرُهُ أَنْ يَأْتِيَ عُمَرَ فَيَأْمُرَهُأَنْ يَخْرُجَ فَيَسْتَسْقِي النَّاسُ فَإِنَّ هَذَا لَيْسَ مِنْ هَذَا الْبَابِ وَمِثْلُ هَذَا يَقَعُ كَثِيْرًا لِمَنْهُوَ دُوْنَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَعْرِفُ مِنْ هَذِهِ الْوَقَائِعِ كَثِيْرًا. (الشيخ ابن تيمية، اقتضاء الصراط المستقيم ١/٣٧٣).
“Tidak masuk dalam bagian ini (kemungkaran menurut ulama salaf) adalah apa yang diriwayatkan bahwa sebagian kaum mendengar jawaban salam dari makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam atau makam orang-orang saleh, juga Sa’id bin al-Musayyab mendengar adzan dari makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam pada malam-malam peristiwa al-Harrah dan sesamanya. Ini semuanya benar, dan bukan yang kami persoalkan. Persoalannya lebih besar dan lebih serius dari hal tersebut. Demikian pula bukan termasuk kemungkaran, adalah apa yang diriwayatkan bahwa seorang laki-laki datang ke makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam lalu mengadukan musim kemarau kepada beliau pada tahun ramadah (paceklik). Lalu orang tersebut bermimpi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan menyuruhnya untuk mendatangi Umar bin al-Khaththab agar keluar melakukan istisqa’ dengan masyarakat. Ini bukan termasuk kemungkaran. Hal semacam ini banyak sekali terjadi dengan orang-orang yang kedudukannya di bawah Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan aku sendiri banyak mengetahui peristiwa-peristiwa seperti ini.” (Syaikh Ibn Taimiyah, Iqtidha’ al-Shirath al-Mustaqim, juz. 1, hal. 373).
Kisah laki-laki yang datang ke makam Nabi shallallahu alaihi wa sallam di atas, telah dijelaskan secara lengkap oleh al-Hafizh Ibn Katsir al-Dimasyqi, murid terkemuka Syaikh Ibn Taimiyah, dalam kitabnya al-Bidayah wa al-Nihayah. Beliau berkata:
وَقَالَ الْحَافِظُ اَبُوْ بَكْرٍ الْبَيْهَقِيُّ اَخْبَرَنَا اَبُوْ نَصْرٍ بْنُ قَتَادَةَ وَاَبُوْ بَكْرٍ الْفَارِسِيُّقَالَا حَدَّثَنَا اَبُوْ عُمَرِ بْنِ مَطَرٍ حَدَّثَنَا اِبْرَاهِيْمُ بْنُ عَلِيٍّ الذُّهْلِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُيَحْيَى حَدَّثَنَا اَبُوْ مُعَاوِيَةَ عَنِ اْلأَعْمَشِ عَنْ اَبِيْ صَالِحٍ عَنْ مَالِكٍ قَالَ اَصَابَ النَّاسَ قَحْطٌفِيْ زَمَنِ عُمَرِ بْنِ الْخَطَّابِ فَجَاءَ رَجُلٌ اِلَى قَبْرِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَيَارَسُوْلَ اللهِ اِسْتَسْقِ اللهَ لِاُمَّتِكَ فَاِنَّهُمْ قَدْ هَلَكُوْا فَأَتَاهُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي الْمَنَامِ فَقَالَ اِيْتِ عُمَرَ فَأَقْرِءْهُ مِنِّي السَّلاَمَ وَاَخْبِرْهُمْ اِنَّهُمْ مُسْقَوْنَ وَقُلْلَهُ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ الْكَيْسِ فَاَتَى الرَّجُلُ فَاَخْبَرَ عُمَرَ فَقَالَ يَارَبِّ مَا آَلُوْا اِلاَّ مَا عَجَزْتُعَنْهُ، وَهَذَا اِسْنَادٌ صَحِيْحٌ. (الحافظ ابن كثير، البداية والنهاية ٧/٩۲ وقال في جامع المسانيد ١/۲٣٣: اسناده جيد قوي، وروى هذا الحديث ابن ابي خيثمة. انظر: الاصابة ٣/٤٨٤، والخليلي في الارشاد ١/٣١٣ وابن عبد البر في الاستيعاب ۲/٤٦٤ وصححه الحافظ ابن حجر في “ فتح الباري “ ۲/٤٩٥.
“Al-Hafizh Abu Bakar al-Baihaqi berkata, Abu Nashr bin Qatadah dan Abu Bakar al-Farisi mengabarkan kepada kami, Abu Umar bin Mathar mengabarkan kepada kami, Ibrahim bin Ali al-Dzuhli mengabarkan kepada kami, Yahya bin Yahya mengabarkan kepada kami, Abu Muawiyah mengabarkan kepada kami, dari al-A’masy, dari Abu Shalih, dari Malik al-Dar, bendahara pangan Khalifah Umar bin al-Khaththab, bahwa musim paceklik melanda kaum Muslimin pada masa Khalifah Umar. Maka seorang sahabat (yaitu Bilal bin al-Harits al-Muzani) mendatangi makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan mengatakan: “Hai Rasulullah, mohonkanlah hujan kepada Allah untuk umatmu karena sungguh mereka benar-benar telah binasa”. Kemudian orang ini bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan beliau berkata kepadanya: “Sampaikan salamku kepada Umar dan beritahukan bahwa hujan akan turun untuk mereka, dan katakan kepadanya “bersungguh-sungguhlah melayani umat”. Kemudian sahabat tersebut datang kepada Umar dan memberitahukan apa yang dilakukannya dan mimpi yang dialaminya. Lalu Umar menangis dan mengatakan: “Ya Allah, saya akan kerahkan semua upayaku kecuali yang aku tidak mampu”. Sanad hadits ini shahih. (Al-Hafizh Ibn Katsir, al-Bidayah wa al-Nihayah, juz 7, hal. 92. Dalam Jami’ al-Masanid juz i, hal. 233, Ibn Katsir berkata, sanadnya jayyid (baik). Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibn Abi Khaitsamah, lihat al-Ishabah juz 3, hal. 484, al-Khalili dalam al-Irsyad, juz 1, hal. 313, Ibn Abdil Barr dalam al-Isti’ab, juz 2, hal. 464 serta dishahihkan oleh al-Hafizh Ibn Hajar dalam Fath al-Bari, juz 2, hal. 495).
Apabila hadits di atas kita cermati dengan seksama, maka akan kita pahami bahwa sahabat Bilal bin al-Harits al-Muzani radhiyallahu ‘anhu tersebut datang ke makam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan tujuan tabarruk, bukan tujuan mengucapkan salam. Kemudian ketika laki-laki itu melaporkan kepada Sayidina Umar radhiyallahu ‘anhu, ternyata Umar radhiyallahu ‘anhu tidak menyalahkannya. Sayidina Umar radhiyallahu ‘anhu juga tidak berkata kepada laki-laki itu, “Perbuatanmu ini syirik”, atau berkata, “Mengapa kamu pergi ke makam Rasul shallallahu alaihi wa sallam untuk tujuan tabarruk, sedangkan beliau telah wafat dan tidak bisa bermanfaat bagimu”. Hal ini menjadi bukti bahwa bertabarruk dengan para nabi dan wali dengan berziarah ke makam mereka, itu telah dilakukan oleh kaum salaf sejak generasi sahabat, tabi’in dan penerusnya.


Menciptakan Pembelajaran Interaktif Dalam Kelas Melalui Strategi Bertanya

Menciptakan Pembelajaran Interaktif Dalam Kelas Melalui Strategi Bertanya 

Kunci yang paling penting untuk menciptakan ruang kelas bahasa interaktif adalah inisiasi interaksi oleh guru. Dalam kelas bahasa kedua, dimana siswa kadang tidak memiliki kemampuan untuk memulai berbahasa, pertanyaan guru sangat dibutuhkan sebagai batu loncatan agar siswa mampu berkomunikasi. Berikut adalah pertanyaan yang tepat dalam sebuah kelas bahasa interaktif (diadaptasi dari Christenbury dan Kelly, 1983, dan Kinsella, 1991):
1.    Pertanyaan guru memberikan siswa dorongan dan kesempatan untuk memproduksi bahasa yang nyaman tanpa harus mereka memulai sendiri bahasanya. Harus dipahami, bagi beberapa siswa memulai sendiri berbahasa akan sangat menakutkan. Dengan pertanyaan-pertanyaan seorang guru dapat memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa pendiam sebuah "lampu hijau" untuk berkomunikasi dalam bahasa kedua mereka.
2.    Pertanyaan guru dapat berfungsi untuk memulai reaksi berantai para siswa.
Satu pertanyaan dapat menjadi awal diskusi antar siswa. Tanpa pertanyaan awal, akan membuat para siswa akan enggan untuk memulai proses.
3.    Pertanyaan guru dapat berfungsi sebagai tanda sejauh mana pemahaman menyeluruh siswa.
4.    Pertanyaan guru memberikan para siswa kesempatan untuk mengetahui apa yang mereka pikirkan dengan mendengar apa yang mereka katakan.

Yang harus diperhatikan adalah meski pertanyaan merupakan hal penting bagi terjadinya komunikasi, namun dengan terlalu banyak bertanya tidak akan dapat memberikan jaminan terjadinya interaksi. Beberapa tipe pertanyaan berikut harus dihindari dalam pendekatan pembelajaran interaktif (Kinsella, 1991):
1.      Waktu kelas terlalu banyak dihabiskan pada pertanyaan-pertanyaan tanpa
melibatkan pencarian informasi asli.
2.      Pertanyaan yang menghina intelijensi seorang siswa, pertanyaan yang jelas dapat dijawab semua siswa di kelas. Dengan pertanyaan seperti itu siswa akan berpikir terlalu konyol untuk menjawab pertanyaan tersebut.
3.      Pertanyaan yang abstrak dan ambigu.
4.      Pertanyaan dinyatakan dalam bahasa yang rumit atau terlalu  bertele-tele.
5.      Pertanyaan retoris. Siswa akan berpikir guru ingin mereka untuk menjawab, tetapi mereka bingung ketika guru malah menjawab pertanyaan sendiri.
6.      Pertanyaan acak yang tidak logis, tidak direncanakan dengan baik urutannya, malah mengirim pola pikir siswa ke dalam kekacauan.

Pendekatan interaksi di atas sejalan dengan yang dikemukakan Syaiful Sagala (2010) yang menekankan perlu terbentuknya hubungan antara siswa satu dengan lainnya sehingga dalam konteks lebih luas terjadi hubungan sosial individu dengan masyarakat. Proses belajar haruslah mengembangkan kemampuan dan kesanggupan siswa untuk mengadakan hubungan dengan siswa/orang lain, mengembangkan sikap demokratis student oriented bukan teacher oriented (otokratis), serta menumbuhkan produktivitas.


Sabtu, 06 Januari 2018

Cerpen: Cahaya Bulan Purnama di Atas Pesantren

Cahaya Bulan Purnama di Atas Pesantren

Kota santri terang oleh sinar purnama. Semilir angin yang bertiup dari utara membawa hawa sejuk. Sebagian rumah telah menutup pintu dan jendelanya. Namun geliat hidup kota santri masih terasa. Di atap masjid pondok pesantren seorang pemuda berdiri tegap menghadap menara masjid. Kedua matanya memandang.
Namaku Arya. Aku adalah seorang hamba. Aku terlahir dengan kasih sayang kedua orangtuaku. Suatu hari kedua orangtuaku menyuruhku untuk menimba ilmu di pondok pesantren, karena aku terlahir di tengah keluarga yang kurang mampu jadi aku pergi dengan berjalan kaki. Aku terus melangkah dengan keyakinan. Aku ingin membanggakan kedua orangtuaku, aku terbayang-bayang kasih sayang mereka.
Awal hidup di pesantren memang tak semudah yang aku bayangkan. Aktivitas dari bangun pagi hingga kembali tidur sudah diatur di selembar kertas yang ditempel di dinding kamar masing-masing. Ketika jam tiga pagi, sudah ada pendamping yang siap meneriaki kami untuk segera bangun untuk melaksanakan shalat tahajud. Setelah itu kami harus menghafalkan Al-Quran sembari menunggu adzan subuh tiba
“Sudah hafal berapa juz, Arya?” kata Kang Khoiron padaku.
“Waduh kang, masih sedikit. Masih tiga juz kang” kataku nyengir.
“Alhamdulillah, terus semangat! Allah menyukai orang-orang yang dekat dengan Al-Quran. Tapi Arya, sudah coba menguji hafalmu kan?” ujar Kang Khoiron menambahi perkataanya.
“Sudah kang, sudah saya setor ke Ustadz. Amir lahh…”
“Hahaha, kamu lucu sekali. Bukan itu maksudnya Arya! Begini, maksud saya, cobalah kamu gunakan hafalanmu ketika shalat sunnah. Perpanjanglah bacaan dengan surat-surat yang sudah kamu hafal” ujar Kang Khoiron sembari meninggalkanku.
“Oo begitu… baikklah kang, akan Arya coba. Syukron Mas!” teriakku pada mas Khoiron yang telah berlalu.

Lalu aku pergi ke kamar untuk melepas peralatan sholatku dan aku segera bergegas ke kamar mandi. setelah selesai mandi, aku langsung mengambil piring untuk mengambil makanan.. Setelah mengambil makanan aku langsung duduk di samping asrama, Setelah selesai makan aku langsung cuci piring dan siap pergi ke sekolah.
“Arya, tungguiin aku dong.” Ucap Dika
“Iya iya cepet” Ucap Arya.

Sepanjang perjalanan untuk ke kelas aku kelupaan sesuatu yang untuk dibawanya ke kelas.
“Astagfirullah, ada yang kelupaan?” Ucap Arya
“Apaan yang kelupaan?” Tanya Rizal
“Bukuku.. udah kalian duluan saja ke kelasnya nanti aku akan menyusul” Jawab Arya.

Lalu ada temanku yang menyamperiku dan di tangannya ada kelihatan sebuah buku.
“Arya ini bukumu bukan?” Tanya Alvin
“Iya iya ini bukuku.” Jawab Arya
“lain kali jangan ditinggalkan di kasur ya .” Ucap Alvin
“iya, syukron ya vin” ucap Arya
“Afwan” jawab Alvin. Lalu aku berlari ke kelas, setelah itu di kelasaku belajar dan mendapatkan berbagai ilmu yang besar dan lumayan banyak. Setelah itu bel pun berbunyi untuk menandai untuk istirahat

“Arya, sholat dhuha dulu yuk. mau gak?” Tanya Alvin
“Ok, ajak teman-teman yang lain juga ya” Jawab Arya
Setelah aku mengajak teman-teman yang lain, aku langsung berangkat ke masjid untuk sholat dhuha.

Setelah selesai solat dhuha, kami jajan ke kantin tetapi salah satu sepatu teman kami ada yang hilang.
“Astagfirullah, Dimana ya sepatuku yang sebelah lagi?” Tanya Alvin
“Mungkin kesenggol orang, terus jatuh dan mungkin ketendang kali.” Jawab Rizal
“Akhh… gak mungkin pasti ada yang jail nih” Ucap Alvin.

Kebetulan salah satu dari kami ada yang menemukan sepatu milik teman kami..
“Vin nih sepatumu” Ucap Dika
“Di mana?” Tanya Alvin
“Nih, di sini” Jawab Dika
“Wah makasih ya sudah ditemukan sepatuku” Ucap Alvin sambil terseyum
“Ya sama-sama” Jawab Dika

Beberapa saat kemudian bel pun berbunyi
“Ya udah sekarang kita masuk kelas yuk” Ucap Arya sembari meninggalkan teman-temannya
Akhirnya bel istirahat pun kelar aku dan kawan-kawanku masuk ke kelas mereka masing-masing. kami pun di kelas ini belajar dengan sungguh-sungguh supaya kami bisa membanggakan orangtua kami, Belajar adalah usaha kita untuk bisa bersaing mendapatkan nilai tertinggi.
“Alhamdulillah Dikit lagi Bel pulang dan sholat dzuhur” Ucap Ali di dalam hatinya

Bel pulang berbunyi
Setelah kami belajar, kami langsung menuju ke masjid untuk solat dzuhur berjama’ah. Setelah kami sholat mengambil tas kami, Lalu kita menuju ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat sebentar, biar nanti gak kelelahan saat muraja’ah.

Bel menandakan sholat ashar pun dibunyikan aku pun terbangun dari tidurku, lumayanlah tidurnya gak lama dan gak sebentar. Lalu aku bergegas menuju ke kamar mandir untuk cuci muka dan wudhu, setelah itu aku langsung mengambil peralatan sholatku dan memakainya setelah aku pakai aku langsung berangkat ke masjid.. Sesampai di masjid aku langsung solat tahiyatal masjid dan muraja’ah hafalan tak berapa lama kemudian azanpun dikumandangkan di sini, Setelah azan aku pun langsung sholat sunnah dan tak setelah selesai kemudian iqomah pun dikumandangkan. lalu temanku datang.
“Arya, ayo kita setoran muraja’ah kita coba tes aku ya” ucap Rizal
“Sebentar, panggil kawan-kawan biar kita muraja’ah bareng-bareng.”. Lalu Arya memanggil kawan-kawan untuk saling setor menyetor, lalu kami semua langsung muraja’ah nanti kami saling setor menyetor terhadap teman baru nanti dites oleh ustad kami, beberapa kemudian ada dari teman kami yang menyetor duluan dan kami juga gak akan mau kalah dengan dia setelah beberapa menit semuanya langsung menyetor ke ustadznya..

“ustadz, saya mau setoran” ucap Arya
“iya sabar satu persatu ya Arya” Ucap ustadz. Akhirnya dari beberapa kami ada yang sudah menyeselesaikan setorannya, dan terakhir tinggal si rizal sehabis selesai rizal kami langsung izin ke asrama

Hari sudah terlampau sore, mentari sebentar lagi akan tenggelam. “Teeett… teeett…”, terdengar suara bel yang berarti waktu istirahat sudah berakhir. Aku dan teman-temanku tergesa-gesa menyelesaikan pekerjaannya, yaitu mencuci pakaiannya di sebuah kolam yang letaknya tidak jauh dari asrama tempat kita tinggal.
“Setelah selesai mencuci pakaian, aku mandi dulu, menjemur pakaiannya nanti sajalah”, gumamku dalam hati. Arya masuk lewat pintu belakang asrama, dengan meletakkan handuk di bahunya dan di tangannya membawa perkakas mandi. Tak dihiraukannya pandangan geram ketua asrama yang sedang menunggu di pintu depan, siap untuk mengunci pintu.

Setelah selesai mandi, Arya kemudian menutup pintu belakang, lalu segera memasang seragam dan mengambil kitab. Dengan tergesa-gesa dia berlari keluar asrama. Dibiarkannya kancing bajunya yang belum terpasang. Tiba-tiba dia bertemu dengan kang adam. Dengan ekspresi geram, seakan kang adam ingin menyampaikan sesuatu kepada Arya
“Setelah magrib kamu berdiri di mushala!”, kata Kang Adam ketua asrama yang bawel itu
“Hah, kenapa kang?” sahut Arya protes
“Salahmu sendiri, sering terlambat!!, teman-temanmu sudah selesai mengerjakan pekerjaannya, Cuma kamu yang selalu terlambat dibanding mereka!” Arya terdiam, tak berani menjawab. Yah, begitulah hari-harinya di pesantren, selalu diampit waktu, sering terlambat, dan disanksi adalah tiga hal yang tidak dapat dipisahkan olehnya.

Rasa rindu kepada orangtua belum lah terobati, tiba-tiba rizal menghampiriku untuk mengabari bahwa ibuku meneleponku, aku langsung berlari menuju kantor untuk mengangkat telepon dari ibuku.
“Ayah sehat Bu?” tanyaku kepada Ibu lewat telepon. Ibu hanya terdiam, tiba-tiba saja terdengar isakan tangis di luar sana
“Ibu, apakah ibu menangis?” tanyaku lagi.
“Ayahmu Arya..” jawab ibu sambil terisak
“Ayah Kenapa Ibu??” tanyaku.
Perasaan ini bercampur antara bingung, resah dan sedih, aku bertanya-tanya pada hati. Ada apa ini?, apa yang terjadi dengan ayah?
“Ayahmu sudah tidak ada Arya..” ibu menjelaskannya dengan menangis.

Hati ini begitu sakit bagaikan tertusuk pedang. Aku tak mampu berkata-kata, aku hanya terduduk lemas menahan air mataku. Ayahku!! Pemilik cinta tanpa akhir meninggalkanku dan ibu. Ayahku yang mendidikku agar aku menjadi anak yang kuat telah pergi ke rumah ilahi Teman-temanku yang tau aku menangis langsung merangkulku dan menepuk pundakku.
“Jangan bersedih temanku… berdirilah dan buat ayahmu bangga padamu…” Kata Rizal merangkulku. Kata-katanya membuatku bangkit dari jatuh yang sangat menyakitkan.
“Buktikan temanku bahwa kita para santri dapat mengenggam dunia dan membanggakan bangsa dan agama” kata teman-temanku. Mereka merangkulku seakan-akan mereka adalah tiang-tiang yang menguatkanku ketika aku jatuh.

Kini aku sudah dipuncak tingkat menengah akhir. Melegalisir ijazah adalah kegiatan yang popular di kalangan kami yang baru diwisuda. Ini kegiatan penanda bahwa masa bersenang-senang disekolah sudah habis, kini tiba waktunya bersaing untuk mengapai cita-cita kita masing-masing. Aku mendapatkan beasiswa di yaman untuk melanjutkan studyku, aku semakin yakin bahwa aku pasti mengenggam dunia.
Ketika aku kembali ke Jombang, aku ingat sekali waktu aku melenggang turun dengan langkah ringan dari pesawat yang membawaku dari yaman, aku merasa menjelma seperti tokoh utama di film Hollywood yang melangkah gagah menuruni tangga pesawat dengan slow motion, ujung-ujung rambut berkibar-kibar ditiup angin dan adzan maghrib yang mengiringi. Inilah aku seorang anak kampung yang telah mengenggam separuh dunia, aku tidak menyangka 4 tahun yang penuh kelimpahan ini telah terlewati. Aku langsung menuju pondok pesantren yang selalu aku rindukan. Aku naik keatap masjid menghadap menara masjid pondok pesantrenku. Aku mendongak melihat langit malam.
“Ayah lihatlah Singa kecilmu ini sudah menjadi Singa dewasa yang hebat”. Kataku sambil memejamkan mata. Rizal menghampiriku dan memegang pundakku. Kami berdua tersenyum bersama angin malam dan dengan saksi indahku bersama cahaya bulan purnama di atas pesantrenku.


Cerpen Pagi: Antara Impian dan Takdir

Antara Impian dan Takdir


Saat ini sang surya masih sanggup memancarkan sinarnya di ufuk timur. Jam wekerku menunjukkan pukul 16.16 WIB. Aku sedang duduk di teras ditemani laptop mungilku, segelas kopi, dan sebuah buku. Tanganku yang sedang sibuk mengetik sebuah cerita yang akan kubuat, berjudul “Antara Impian dan Takdir”.

Sinta Rahayu Pratiwi. Biasa dipanggil Ayu, adalah seorang remaja berasal dari Surabaya yang saat ini berusia 11 tahun. Ayu adalah seorang gadis remaja yang berketurunan dari keluarga yang sederhana, ayahnya bekerja sebagai buruh tani, dan ibunya bekerja sebagai pelayan toko, sedangkan Ayu juga memiliki dua orang adik perempuan yaitu Dewi dan Samsul yang keduanya masih sekolah di sekolah dasar. Sejak kecil Ayu mempunyai impian menjadi dokter gigi di Jawa Timur.

Perjalanan ini dimulai sejak ia berusia 14 tahun, yang nasibnya malang sekarang ini. Saat itu, Ayu beserta keluarganya akan pulang ke kampung halamannya di Sumenep, Madura untuk berlibur di sana. Perjalanan dari Surabaya hingga dapat tiba di Madura mereka tempuh dengan menumpangi bus dan kemudian dilanjutkan menyeberangi Laut Jawa dengan menggunakan Kapal Feri. Berbagai rangkaian acara yang menyenangkan untuk mengisi liburan telah mereka siapkan jika sudah tiba di Kalimantan, namun takdir merubah segalanya.

Kapal yang mereka tumpangi terbakar yang hanya tinggal puing-puing kapal yang tersisa. Korban yang hilang dan belum ditemukan saat itu mencapai 183 penumpang, termasuk kedua orangtua Ayu, dan juga kedua saudaranya, Dewi dan Samsul. Sementara Ayu, ia selamat dari peristiwa terbakarnya kapal feri itu. Namun Ayu masih terbaring lemas di posko perawatan dari tim SAR, ada sedikit luka bakar dan lebam di kulitnya.

2 minggu setelah peristiwa mengenaskan tersebut, keluarga Ayu ditemukan dalam keadaan yang sudah tak bernyawa. Mengetahui keluarganya sudah tiada, Ayu tetap tabah dan ikhlas menerima takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan kepadanya dan keluarganya. Salah satu petugas dari tim SAR merasa iba dengan keadaan Ayu saat itu, ia memutuskan untuk menitipkan Ayu ke Panti Asuhan Al Ihlas di Surabaya.

3 tahun berlalu, kehidupan Ayu berubah menjadi lebih baik. Ia diasuh oleh pasangan suami-istri yang berketurunan dari keluarga yang sangat kaya yang bertempat tinggal di Jakarta. Karena mereka memutuskan untuk mengadopsi seorang anak dari panti asuhan. Ayu bersekolah di sekolah sangat favorit di Jakarta dan setiap harinya diantar jemput oleh seorang sopir pribadi ayah angkatnya, Pak Jupri.

Suatu hari, ia bermimpi bertemu dengan keluarganya yang sedang bermain bersenang-senang tetapi tidak dengan Ayu. Ibunya memberi pesan kepadanya, “Nak, jangan bersedih. Suatu hari nanti kita akan bertemu kembali ke dunia yang lebih kekal. Teruskan langkahmu, raihlah cita-citamu setinggi impianmu menggapai langit, sayang. Ayah dan ibu akan selalu ada di sini, tepat di hati kecilmu. We love you, Ayu.”

Sejak saat itu, Ayu terus berjuang serta berusaha dan disertai dengan do’a untuk menggapai cita-citanya. 4 tahun kemudian, berkat kegigihan Ayu ia mendapatkan beasiswa kedokteran dan berhasil meraih cita-citanya untuk menjadi seorang dokter gigi di Jawa Timur.


Kisah Inspiratif: Mulianya Kasih Sayang Sang Ibu

Kisah Inspiratif:
Mulianya Kasih Sayang Sang Ibu

Saat Aku berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanku.
Sebagai balasannya, Aku menangis sepanjang malam.
Saat Aku berumur 2 tahun, dia mengajariku bagaimana cara berjalan.
Sebagai balasannya, Aku kabur saat dia memanggilku.
Saat Aku berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananku dengan kasih sayang.
Sebagai balasannya, Aku buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat Aku berumur 4 tahun, dia memberiku pensil berwarna.
Sebagai balasannya, Aku coret-coret dinding rumah dan meja makan.
Saat Aku berumur 5 tahun, dia membelikanku pakaian-pakaian yang mahal dan indah.
Sebagai balasannya, Aku memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.
Saat Aku berumur 6 tahun, dia mengantarku pergi ke sekolah.
Sebagai balasannya, Aku berteriak.”NGGAK MAU!!”
Saat Aku berumur 7 tahun, dia membelikanku bola.
Sebagai balasannya, Aku lemparkan bola ke jendela tetangga.
Saat Aku berumur 8 tahun, dia memberiku es krim.
Sebagai balasannya, Aku tumpahkan hingga mengotori seluruh bajuku.
Saat Aku berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk sekolah Madrasahku.
Sebagai balasannya, Aku sering bolos dan sama sekali tidak pernah patuh.
Saat Aku berumur 10 tahun, dia mengantarku ke mana saja, dari tempat rekreasi maupun pesta.
Sebagai balasannya, Aku keluar rumah tanpa pamit dan memberi salam.
Saat Aku berumur 11 tahun, dia mengantar Aku dan teman-temanku ke pengajian umum.
Sebagai balasannya, Aku malah bermain di tempat lain.
Saat Aku berumur 12 tahun, dia melarangku untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.
Sebagai balasannya, Aku tunggu sampai dia keluar rumah.
Saat Aku berumur 13 tahun, dia menyarankanku untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.
Sebagai balasannya, Aku katakan dia tidak tahu mode.
Saat Aku berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingku selama sebulan liburan.
Sebagai balasannya, Aku tak pernah meneleponnya.
Saat Aku berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukku.
Sebagai balasannya, Aku kunci pintu kamarku.
Saat Aku berumur 16 tahun, dia ajari Aku mengemudi mobilnya.
Sebagai balasannya, Aku pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.
Saat Aku berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.
Sebagai balasannya, Aku pakai telepon nonstop semalaman.
Saat Aku berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika Aku lulus SMA.
Sebagai balasannya, Aku berpesta dengan temanku hingga pagi.
Saat Aku berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahku dan mengantarku ke kampus pada hari pertama.
Sebagai balasannya, Aku minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar Aku tidak malu di depan teman-temanku.
Saat Aku berumur 20 tahun, dia bertanya, “Dari mana saja seharian ini?”
Sebagai balasannya, Aku jawab,”Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!”
Saat Aku berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirku di masa depan.
Sebagai balasannya, Aku katakan,”Aku tidak ingin seperti Ibu.”
Saat Aku berumur 22 tahun, dia memelukku dengan haru saat Aku lulus perguruan tinggi.
Sebagai balasannya, Aku tanya dia, “kapan Aku bisa ke Bali”.
Saat Aku berumur 23 tahun, dia membelikanku 1 set furniture untuk rumah baruku.
Sebagai balasannya, Aku ceritakan pada temanku betapa jeleknya furniture itu.
Saat Aku berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganku dan bertanya tentang rencananya di masa depan.
Sebagai balasannya, Aku mengeluh,”Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?”
Saat Aku berumur 25 tahun, dia mambantuku membiayai penikahanku.
Sebagai balasannya, Aku pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.
Saat Aku berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayikmu. Sebagai balasannya, Aku katakan padanya,”Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!”
Saat Aku berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.
Sebagai balasannya, Aku jawab,”Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.”
Saat Aku berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanku.
Sebagai balasannya, Aku baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.
Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba Aku teringat semua yang belum pernah Aku lakukan, karena mereka datang menghantam HATI ku bagaikan palu godam.

“Jika beliau masih ada, jangan lupa memberikan kasih sayangmu lebih dari yang pernah Kamu berikan selama ini dan jika beliau sudah tiada, ingatlah kasih sayang dan cintanya yang tulus tanpa syarat kepadamu.”



DAHSYATNYA MANFAAT MUSIK UNTUK RELAKSASI OTAK

DAHSYATNYA MANFAAT MUSIK UNTUK RELAKSASI OTAK
Alunan musik yang menyuguhkan suara-suara alam seperti ombak dipantai, nyanyian katak, dan jangkrik disawah, desir angin yang mengelus pepohonan, dan kicau burung-burung mulai digemari oleh masyarakat sekarang ini. Khususnya didaerah perkotaan yang anggota masyarakatnya dihadapkan oleh aktivitas yang padat, penuh dengan problem, ditambah situasi lalu lintas yang selalu macet membuat stress berkepanjangan.
Alunan musik selain didengar untuk menjadi hiburan, ternyata juga dapat memberi ketenangan pada pendengarnya seperti rileksasi dan meditasi bahkan juga dapat menghilangkan stress. Music dengan alunan relaksasi dan meditasi akan membantu kita untuk mendapatkan gelombang otak dan gelombang jantung yang akan memudahkan kita masuk dalam pikiran bawah sadar dan menimbulkan efek pengembalian rasa percaya diri, bahagia, dan segar.
Musik Relaksasi dan Meditasi membantu Anda untuk mendapatkan gelombang otak yang tepat untuk setiap kegiatan yang ingin Anda tingkatkan kualitasnya. Dengan rutin mendengarkan Musik Relaksasi dan Meditasi Anda akan segera merasakan proses penyempurnaan kualitas hidup terjadi di dalam diri Anda.
Anda bisa memanfaatkan teknologi ini untuk berbagai kebutuhan anda seperti berdoa khusyuk, relaksasi, meditasi, belajar cepat, meningkatkan kreativitas, mengubah kebiasaan, meningkatkan intuisi, berhenti merokok, mudah tidur hingga membuat awet muda.
Kebanyakan orang senang mendengarkan musik. Apalagi ketika sedang mengalami stress ataupun pikiran berat, musik bisa memberikan ketenangan dan perasaan lega. Karena secara psikis, musik juga bisa membuat seseorang merasa rileks. Dalam keadaan rileks, metabolisme tubuh bisa bekerja dengan lebih baik, sehingga sistem kekebalan tubuh pun menjadi lebih baik.
Jika anda ingin selalu merasa rileks, santai, dan nyaman saat bekerja? Jika iya, anda dapat mendengarkan musik relaksasi dari terapi otak total relaxation. Terapi ini akan memudahkan anda untuk selalu berada dalam frekuensi alpha sepanjang hari sehingga membuat Anda selalu merasa rileks, santai,dan nyaman saat bekerja sehingga Anda pun bisa bekerja dengan maksimal.
Terapi otak total relaxation telah dirancang berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dengan mengkaji referensi para ahli dibidang pemprograman pikiran. Tak hanya itu, terapi ini juga telah diuji secara klinis dan ilmiah serta teruji keefektifannya. Tidak hanya membuat Anda selalu nyaman dan rikleks saat bekerja, Terapi otak total relaxation juga memiliki berbagai manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh Anda.
Apasajakah manfaat luar biasa terapi otak total relaxation?
Banyak sekali manfaat luar biasa yang bisa didapatkan dari terapi otak total relaxation bagi kesehatan tubuh. Manfaat itu antara lain :
1. Menurunkan tekanan darah
Terapi Otak Total Ralaxation tidak hanya mampu membuat tubuh selalu dalam kondisi yang rileks dan nyaman, tetapi juga bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa mendengarkan musik relaksasi atau lagu-lagu klasik sekitar 30 menit setiap hari dapat menurunkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
2. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Terapi Otak Total Relaxation sangat efektif digunakan untuk mengobati penyakit kronis seperti jantung, kanker dan lainnya. Stimulus dari terapi ini memiliki pengaruh yang besar bagi penyembuhan diri.
3. Mempercepat pemulihan
Musik relaksasi dari Terapi Otak Total Relaxation juga bermanfaat untuk mempercepat pemulihan kesehatan seperti stroke dan penyakit lainnya.
4. Mempercepat penyembuhan penyakit
Stimulus yang diberikan dari Terapi Otak Total Relaxation mampu mengurangi rasa sakit, mengurangi sensasi nyeri, mengurangi nyeri berkepanjangan maupun rasa sakit pasca operasi sehingga mempercepat proses penyembuhan penyakit.
5. Mengatasi gangguan tidur atau insomnia
Salah satu penyebab gangguan tidur atau insomnia adalah karena otak selalu aktif untuk berpikir. Terapi Otak Total Relaxation akan membawa Anda menuju kondisi relaksasi yang sangat dalam dan nyaman sehingga frekuensi gelombang otak Anda akan jauh menurun sehingga Anda lebih mudah untuk tertidur.
6. Menghilangkan stress dan meningkatkan relaksasi
Terapi otak total relaxation tidak hanya bisa menenangkan tubuh atau fisik Anda, total relaxation juga bisa memberikan ketenangan pada pikiran Anda, membantu merileksasikan otot-otot yang tegang sehingga secara perlahan Anda akan merasa rileks, semakin lama semakin rileks sehingga stres yang Anda derita sebelumnya akan menghilang secara perlahan.
7. Meningkatkan focus dan konsentrasi
Stimulus Terapi Otak Total Relaxation akan membuat Anda merasa nyaman dan rileks. Saat Anda berada dalam kondisi inilah Anda akan lebih mudah fokus dan lebih mudah untuk berkonsentrasi.
8. Meningkatkan daya ingat
Terapi Otak Total Relaxation juga mampu meningkatkan daya ingat atau memori Anda. Hal ini karena saat Anda menggunakan Terapi Otak Total Relaxation, Anda akan dibawa menuju gelombang alpha, dimana dalam gelombang alpha Anda akan lebih mudah mengingat segala sesuatu. Atau dengan kata lain, daya ingat atau memori Anda meningkat tajam.
Masih banyak lagi manfaat luar biasa lainnya yang bisa anda dapatkan dari terapi otak total relaxation ini untuk kesehatan tubuh. Untuk dapat merasakan dahsyatnya manfaat music relaksasi tersebut, tentunya anda harus memiliki dan menggunakannya. Cara penggunaannya cukup mudah kok, karena terapi ini berbentuk audio terapi yang dikemas dalam bentuk cd, anda hanya tinggal memutar dan mendengarkan audio terapi ini dengan menggunakan headphone, speaker aktif atau sumber suara lainnya.
Terapi otak total relaxation berisi 66 pilihan musik file MP3. Jadi Anda bisa mendengarkan berbagai jenis pilihan yang tersedia. Bagaimana sudah siap dengan semangat baru? Selamat mencoba.

Senin, 01 Januari 2018

Ilmu Sakti Lembu Sekilan Setia Hati Terate

Ilmu Sakti Lembu Sekilan Setia Hati Terate

Ilmu Sakti atau Aji"an" Lembu Sekilan adalah ilmu dalam tradisi olah kanuragan jawa yang berfungsi perlindungan diri (raga,anggota badan/tubuh) dari ancaman dan bahaya yang bersiat fisik dan non fisik yang dapat melukai bagian/aggota badan pada jarak sekilan.Sekilan artinya adalah panjang suatu jarak antara ujung ibu jari sampai jari kelingking dengan posisi melebar kira-kira 20an cm atau setara dengan rata-rata panjang tanduk pada Lembu ( sebutan sapi dalam bahasa jawa).
Sebutan lembu untuk ilmu sakti ini merujuk pada kebiasaan ilmu-ilmu sakti,pengasihan dan jurus silat di tanah Jawa dan dunia yang cenderung menggunakan nama-nama benda dan sifat seperti nama hewan ( lembu seketi,lembu sekilan,jaran goyang,naga geni,babi/kera ngepet,harimau menanti, ikan terbang dll ), nama tumbuhan (pukulan dan jurus mawar, melati) maupun nama-nama benda yang lain baik yang tampak maupun tidak tampak seperi angin yang hanya bisa dirasakan (gelap ngampar, bayu bajra, sayepi angin, segoro geni) dan lain-lain.Ilmu sakti Lembu Sekilan adalah ilmu yang paling terkenal ampuh untuk perlindungan diri untuk pertahanan dan  menolak serangan tangan kosong,senjata tajam maupun  kekuatan yang bersifat supra natural.

Epos,dongeng dan cerita pendekar (kepahlawanan) banyak mengisahkan tentang kehebatan ilmu sakti lembu sekilan ini dengan model,varian dan nama yang berbeda-beda dalam penyebutannya.
Untuk mendapatkan dan menggunakan ilmu sakti lembu sekilan ini banyak cara,teknik,model dan varian untuk mempelajarinya. Rata-rata perguruan silat dan padepokan mengamalkannya dengan menggunakan bantuan benda-benda (jimat) seperti batu,kayu yang bersifat bawaan asli atau benda-benda (jimat) buatan yang telah di isi oleh orang-orang tertenu (guru besar) seperti baju,sabuk,dompet,kalung dan lain lain. Selain menggunakan benda-benda (jimat) untuk mendapatkan ilmu juga bisa menggunakan bacaan (ajian,mantera) tertentu dan dalam bahasa tertentu (arab,jawa dll) ataupun kombinasi .

Cara lain selain menggunakan benda (jimat) atau bacaan (ajian,mantera) tertentu, juga bisa menggunakan makanan dan minuman (telor,kue/jajan,air putih/air tertentu) yang dibuat dan diisi khusus agar memiliki ilmu sakti lembu sekilan bagi yang memakannya atau makanan dan minuman dari ritual tertentu.Menggunakan arwah (kodam) dari benda atau makhluk tertentu juga lazim digunakan untuk memperoleh ilmu sakti lembu sekilan ini.

Apapun cara,teknik,metode dan varian dalam memeperolehnya bisa dilakukan terpisah masing-masing cara.teknik metode dan variannya atau bisa kombinasi semuanya atau sebagian. Tetapi biasanya yang tidak bisa lepas dan dipisahkan dari berbagai cara,teknik,metode dan varian tersebut adalah melakukan puasa terhadap makanan tertentu atau waktu tertentu.

Dalam perspektif ilmu setia hati "terate", ilmu lembu sekilan dipahami hampir sama dengan konsep pemahaman rata-rata pergruan silat dan padepokan yaitu sebagai perlindungan diri (seluruh anggota tubuh) tetapi dengan dan  melalui cara,metode,model yang berbeda dan bahkan dalam pemahaman yang lebih luas.

Ilmu lembu sekilan dalam perpspektif SH " Terate " adalah perlindungan diri terhadap segala bentuk serangan yang bersifat material terhadap beberapa titik lemah/mematikan anggota tubuh manusia dalam jarak setiap sekilan ( satu kilan ). Jarak titik lemah dalam setiap satu kilan berturut-turut dari atas adalah kepala, leher, ulu hati dan kemaluan.

Gerakan serangan dan pertahanan ilmu setia hati terate adalah dalam rangka melindungi dan atau sebaliknya titik lemah/mematikan setiap jarak sekilan itulah yang diajarkan sebagai dan sebagai hakikat ilmu sakti lembu sekilan sesungguhnya berserta pernafasan-pernafasan yang diajarkan dalam SH Terate. Terkait dengan perlindungan dari serangan terhadap materi yang bersifat supra natural, seorang warga sh terate tidak memerlukan hal tersebut karen sudah kebal dengan serangan dengan materi yang bersifat supranatural bahkan pada diri seorang siswa polos sekalipun karena keyakinan tidak ada kekuatan apapun (supranatural) diatas manusia kecualia kekuatan Alla SWT (Tuhan Yang Maha Esa).