SARJANA INGSUN RIFAI

Acara Prosesi Wisuda S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pasuruan

Sang Pejuang Keluarga

Pejuang keluarga yang penuh ketangguhan dan keihlasan demi menyongsong masa depan yang cerah

MENATAP MASA DEPAN YANG CERAH

Tampil biasa dan apa adanya walaupun kadang terlihat rendah dari pada yang lainnya

Sukmo Semanding Rogo

Tunduk Patuh Neriman Ing Pandhum.e Gusti Allah

Eling marang Gusti Pangeran tur ra nglaleke dumateng Kanjeng Guru

Biasa dengan membiasakan diri seperti biasa agar tidak terlihat luar biasa walaupun terkadang hanya impian belaka

Kamis, 22 Maret 2018

Belajar Dari Kehidupan Padi: Semakin Berisi Semakin Merunduk

BELAJAR DARI MAKNA KEHIDUPAN PADI: 
SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK


Padi merupakan tanaman yang sangat digemari oleh para Petani. Dengan menanam padi maka kebutuhan pangan keluarga tercukupi dan terlebih lagi nilai guna untuk negara yaitu sebagai sumber pangan nasional. Sumber pangan nasional ini menjadi bahan makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh masyarakat. Padi menghasilkan beras yang nantinya bisa menjadi nasi. Salah satu makanan pokok dan menjadi cadangan makanan primer bagi masyarakat di Indonesia. 
Bagi petani, padi merupakan tanaman yang memiliki makna filosofi bagi masyarakst Indonesia yaitu: "Semakin Berisi Semakin Merunduk".  Bisa dimaknai, semakin berisi ilmu seseorang, maka seharusnya ia semakin rendah hati dan sabar walaupun sampai sampai mati. Padi hanya sekali berbuah setelah itu mati dan hanya mampu hidup dengan beberapa semi daunnya yang sudah menguning. Karena ketika padi sudah menguning maka daunnya pun akan menguning dan lambat laun akan mati tapi akan digantikan lagi dengan tunas dan biji padi yang baru.
Waktu muda, padi yang belum berisi memang tumbuh mendongak ke atas, Padi itu belumlah cukup berisi, padi itu masih sedikit bulir-bulir padinya. Begitupun manusia, seringkali saat ia tidak memiliki banyak ilmu pengetahuan justru ia sering banyak petentang-petenteng menantang dunia. Atau ia baru saja mencicipi ilmu pengetahuan, ia sudah bergaya seolah memiliki banyak ilmu dan lebih pintar dibandingkan orang lain. Ia merasa lebih wah dibanding orang lain. Merasa bahwa orang lain tak lebih baik dari dirinya. Banyak kita temui orang-orang di sekitar kita seperti itu. Orang yang merasa lebih baik dari orang lain. Padahal baru saja ia memiliki sesuatu yang sebenarnya adalah sesuatu yang terkadang biasa saja. Atau memiliki barang-barang dunia yang tak sepantasnya ia terlalu banggakan.
Kita mungkin sering melihat, ada sekali seseorang yang baru saja memiliki jabatan kecil di masyarakat. Namun gayanya sudah sok-sokan, apa-apa minta dihormati dengan sehormat-hormatnya. Ia minta sangat dihormati bak presdien, serasa ia menjadi manusia yang gila hormat. Membuat orang lain seolah bertanya, kenapa dia baru saja mempunyai jabatan sekecil itu namun minta dilayani dan dihomrati sejadi-jadinya. Mengharap dihormati memang boleh, itu adalah hak semua manusia. Memang semua manusia wajib saling menghormati satu sama lain. Namun berharap dihormati dengan sangat padahal bukanlah siapa-siapa itu adalah sesuatu yang bisa membuat orang lain tak sukda dengan kita. Bukan senang jadinya, justru terkadang hanya menjadi formalitas senyuman kepada kita.
Kita akan dihormati jika memang kita punya kapasitas dihormati. Seseorang akan menghormati kita dengan sendirinya saat kita memang pantas dihormati. Tanpa diminta pun seseorang menjadi hormat kepada kita. Karena mereka tahu bahwa kita pantas dihormati. Namun selayaknya, kita hidup di dunia bukanlah mencari penghormatan dari manusia. Tidak mempunyai cita-cita untuk membuat orang lain hormat kepada kita. Kita hanya berusaha menjadi tehormat, bukan gila hormat. Menjadi terhormat adalah yang lebih membuat kita berbenah diri dan menjadi lebih baik. Sedangkan gila hormat, membuat kita berorientasi untuk mencari penghormatan dari orang lain.
Jadilah seperti padi, yang semain berisi semakin merunduk. Kiranya itulah yang paling utama dan sangat baik. Saat kita sudah memiliki atau mendapatkan kualitas pada diri kita. Entah itu jabatan, entah ilmu pengetahuan, entah itu berbagai kemampuan atau berbagai gelar-gelar tertentu. Hal itu semakin menjadikan kita berendah hati, membuat kita semakin menghormati orang lain bukan sebaliknya minta dihormati. Semakin berisi membuat kita menjadi orang yang berkepribadian sederhana, tak menyombongkan diri dan banyak gaya. Justru saat seseorang menjadi orang yang sederhana dan rendah hati, sosok tersebut justru terlihat sangat mulia.
"Orang yang selalu minta dihormati justru terlihat rendah, orang yang selalu menghormati justru terlihat istimewa derajat wibawanya".


Senin, 12 Maret 2018

Kreasi Tata Boga Wujud Rasa Syukur Siswa Terhadap Prestasi Ilmu

Kreasi Tata Boga 
Wujud Rasa Syukur Siswa Terhadap Prestasi Ilmu



Kreasi tidak hanya berupa suatu pajangan, melainkan juga dapat berupa sebuah rasa untuk bersyukur kepada Allah SWT dan sebagai wujud syukur terhadap ilmu yang diperoleh dari Sang Guru tercinta. Kreasi tata boga yang telah dibuat dengan susah payah namun dengan sebuah arti yang jelas menambah cipta rasa yang berbeda dengan tata boga di tempat lainnya. Tata boga yang demikian sederhana tapi mempunyai kualitas rasa yang teramat mewah menjadikan sesuatu yang sederhana menjadi sempurna. Sungguh sangat nikmat dengan kebersamaan antara guru dengan murid untuk menikmati hidangan tata boga yang penuh dengan jerih payah yang sangat tinggi tapi punya nilai estetika yang tinggi pula.
Tata boga tidak sekadar memasak dan dimakan begitu saja. Cara penilaian tata boga melalui beberapa macam penilaian yang harus dilampaui. Penilaian ini antara lain mulai dari rasa, bentuk, penyajian, dan variasinya. Setelah melalui beberapa tahapan penilaian giliran acara berbagi rasa kenikmatan bersama dewan guru dan teman-teman murid lainnya. Sungguh sangat haru dan riuhnya acara menikmati makanan-makanan yang disajikan. Banyak gelak canda dan tawa terukir dalam setiap gemericik suara sendok, garpu dan piring yang saling beradu. Tapi nikmat rasanya melihat guru dan murid saling menghormati, mencintai, tertawa, bahagia dan sesekali berbincwng santai setelah merasakan betapa penatnya pikiran setelah pembelajaran di kelas. 












Inilah kreasi Tata Boga kelas IX-A 

Minggu, 11 Maret 2018

Puisi: Aku Cinta Ayah

Puisi: Aku Cinta Ayah

Telah rapuh Tulang-tulangmu
Yang dahulu kau gunakan semangatmu
Untuk memberikan kami sesuap nasi
Untuk menafkahi kami tiada henti

Kini… Kau tak berdaya lagi melakukan semuanya
Kini… Kau hanya mampu memberikan kami nasehat
Kini… Kau hanya mampu mengucapkan do’a yang lurus untuk kami
Untuk… anak yang telah kau besarkan dengan kerja kerasmu

Ayah….
Air mata ini tak mampu membalas semuanya
Semua yang kau lakukan untuk hidup kami
Semua yang kau berikan kepada kami

Ayah…
Kasih sayangmu takkan mampu tergantikan orang lain
Perhatian yang kau berikan kepada kami takkan pernah kami lupakan
Walaupun terkadang kami tidak mengindahkan semua yang kau berikan
Terkadang kami tak pernah menghargai semua yang kau berikan

Ayah….
Kini kamilah yang harus melakukan semuanya
Kamilah yang harus membalas semuanya
Kamilah yang harus memperhatikan mu

Ayah….
Izinkanlah kami menjadi anak yang berbakti kepadamu
Anak yang tak melupakan kasih sayang mu
Izinkanlah kami tuk membahagiakanmu

Ayah…
Meskipun kami sadar
Itu semua tidak bisa membayar semua yang telah kau berikan
Dan kami sadar, Nyawapun tak mampu membalas semuanya

Terimakasih Ayah
Kini kami menjadi orang yang mampu berdiri
Kini kami mampu menjadi orang yang mandiri
Kini kami mampu menapaki hidup dengan do’a dan kasih sayangmu
Aku mencintaimu Ayah.

Ayah
Di setiap tetes keringatmu
Di derai lelah nafasmu
Di penuhi kasih sayang yang luar biasa

Makna Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Perspektif Islam

Makna Keluarga Sakinah, 
Mawaddah, Warahmah 
Menurut Perspektif Islam



“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.“ (QS : Ar-Ruum:21)
Dalam ayat diatas, Allah menyampaikan bahwa manusia diciptakan berpasangan antara istri dan suaminya untuk mendapatkan keternangan, keterntraman, dan kasih sayang. Hal tersebut merupakan tanda kuasa Allah dan nikmat yang diberikan bagi mereka yang bisa mengambil pelajarannya.
Keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah adalah istilah sekaligus doa yang sering kali dipanjatkan dan diharapkan oleh para muslim yang telah menikah dan membina keluarga. Keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah tentunya bukan hanya sekedar semboyan belaka dalam ajaran islam. Hal ini menjadi tujuan dari pernikahan sekaligus nikmat yang Allah berikan bagi mereka yang mampu membina keluarganya.
Seperti apakah keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah? Dan apa karaktersitiknya keluarga tersebut menjadi keluarga yang pernuh cinta, berkah dan rahmat-Nya?

Makna Keluarga yang Sakinah
Sakinah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ketenangan, ketentraman, aman atau damai. Lawan kata dari ketentraman atau ketenangan adalah keguncangan, keresahan, kehancuran. Sebagaimana arti kata tersebut, keluarga sakinah berarti keluarga yang didalamnya mengandung ketenangan, ketentraman, keamanan, dan kedamaian antar anggota keluarganya. Keluarga yang sakinah berlawanan dengan keluarga yang penuh keresahan, kecurigaan, dan kehancuran.

Kita bisa melihat keluarga yang tidak sakinah contohnya adalah keluarga yang didalamnya penuh perkelahian, kecurigaan antar pasangan, bahkan berpotensi terhadap adanya konflik yang berujung perceraian. Ketidakpercayaan adalah salah satu aspek yang membuat gagal keluarga sakinah terwujud. Misalnya saja pasangan saling mencurigai, adanya pihak atau orang yang mengguncang rumah tangga atau perlawanan istri terhadap suami. Hukum melawan suami menurut islam tentunya menjadi hal yang harus diketahui pula oleh istri untuk menjaga sakinah dalam keluarga.
Dengan adanya ketenangan, ketentraman, rasa aman, kedamaian maka keguncangan di dalam keluarga tidak akan terjadi. Masing-masing anggota keluarga dapat memikirkan pemecahan masalah secara jernih dan menyentuh intinya. Tanpa ketenangan maka sulit masing-masing bisa berpikir dengan jernih, dan mau bermusyawarah, yang ada justru perdebatan, dan perkelahian yang tidak mampu menyelesaikan masalah. Konflik dalam keluarga akan mudah terjadi tanpa adanya sakinah dalam keluarga.

Makna Keluarga yang Mawaddah
Mawaddah berasal pula dari bahasa Arab yang artinya adalah perasaan kasih sayang, cinta yang membara, dan menggebu. Mawaddah ini khususnya digunakan untuk istilah perasaan cinta yang menggebu pada pasangannya. Dalam islam, mawaddah ini adalah fitrah yang pasti dimiliki oleh manusia. Muncul perasan cinta yang menggebu ini karena hal-hal yang sebabnya bisa dari aspek kecantikan atau ketampanan pasangannya, moralitas, kedudukan dan hal-hal lain yang melekat pada pasangannya atau manusia ciptaan Allah. Kriteria calon istri menurut islam dan kriteria calon suami menurut islam bisa menjadi aspek yang perlu dipertimbangkan untuk memunculkan cinta pada pasangan nantinya.
Adanya perasaan mawaddah pastinya mampu membuat rumah tangga penuh cinta dan sayang. Tanpa adanya cinta tentunya keluarga menjadi hambar. Adanya cinta membuat pasangan suami istri serta anak-anak mau berkorban, mau memberikan sesuatu yang lebih untuk keluarganya. Perasaan cinta mampu memberikan perasaan saling memiliki dan saling menjaga.
Keluarga yang ada perasaan mawaddah tentunya memunculkan nafsu yang positif (nafsu yang halal dalam aspek pernikahan). Kita bisa melihat, keluarga yang tidak ada mawaddah tentunya tidak akan saling memberikan dukungan, hambar, yang membuat rumah tangga pun seperti sepi. Perselingkuhan dalam rumah tangga bisa saja terjadi jika mawaddah tidak ada dalam keluarga. Masing-masing pasangan akan mencari cinta lain dari orang lain.

Keluarga yang penuh mawaddah bukan terbentuk hanya karena jalan yang instan saja. Perasaan cinta dalam keluarga tumbuh dan berkembang karena proses dipupuknya lewat cinta suami istri serta anak-anak. Keindahan keluarga mawaddah tentunya sangat didambakan bagi setiap manusia, karena hal tersebut fitrah dari setiap makhluk.

Makna Keluarga yang Rahmah
Kata Rahmah berasal dari bahasa arab yang artinya adalah ampunan, rahmat, rezeki, dan karunia. Rahmah terbesar tentu berasal dari Allah SWT yang diberikan pada keluarga yang terjaga rasa cinta, kasih sayang, dan juga kepercayaan. Keluarga yang rahmah tidak mungkin muncul hanya sekejap melainkan muncul karena proses adanya saling membutuhkan, saling menutupi kekurangan, saling memahami, dan memberikan pengertian.
Rahmah atau karunia dan rezeki dalam keluarga adalah karena proses dan kesabaran suami istri dalam membina rumah tangganya, serta melewati pengorbanan juga kekuatan jiwa. Dengan prosesnya yang penuh kesabaran, karunia itu pun juga akan diberikan oleh Allah sebagai bentuk cinta tertinggi dalam keluarga.
Rahmah tidak terwujud jika suami dan istri saling mendurhakai. Untuk itu perlu memahami pula mengenai ciri-ciri suami durhaka terhadap istri dan ciri-ciri istri durhaka terhadap suami.

Karakteristik Keluarga  Sakinah, Mawaddah dan Warahmah
Setelah mengetahui makna keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah, pada intinya masing-masing dalam rumah tangga mampu mengetahui cara menjaga keharmonisan dalam rumah tangga menurut islam, sehingga tidak terjadi kekacuan. Berikut merupakan ciri-ciri atau karakterstik yang bisa menggambarkan seperti apakah keluarga tersebut.

Terdapat cinta, kasih sayang, dan rasa saling memiliki yang terjaga satu sama lain
Terdapat ketenangan dan ketentraman yang terjaga, bukan konflik atau mengarah pada perceraian
Keikhlasan dan ketulusan peran yang diberikan masing-masing anggota keluarga, baik peran dari suami sebagai kepala rumah tangga, istri sebagai ibu juga megelola amanah suami, serta anak anak yang menjadi amanah dari Allah untuk diberikan pendidikan yang baik .
Kecintaan yang mengarahkan kepada cinta Illahiah dan Nilai Agama, bukan hanya kecintaan terhadap makhluk atau hawa nafsu semata
Jauh dari ketidakpercayaan, kecurigaan, dan perasaan was-was antar pasangan
Mampu menjaga satu sama lain dalam aspek keimanan dan ibadah, bukan saling menjerumuskan atau saling menghancurkan satu sama lain
Mampu menjaga pergaulan dalam islam, tidak melakukan penyelewengan apalagi pengkhianatan sesama pasangan
Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dalam keluarga mulai dari rezeki, kebutuhan dorongan sexual, dan rasa memiliki satu sama lain
Mendukung karir, profesi satu sama lain yang diwujudkan untuk sama-sama membangun keluarga dan membangun ummat sebagai amanah dari Allah SWT.

Tujuan dan Manfaat Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah
Keluarga adalah unit terkecil dalam sebuah masyarakat. Keluarga bukan hanya sekedar hubungan formal antara suami, istri, dan anak-anak namun juga memiliki fungsi dan tugas tersendiri dalam masyarakat. Allah tidak pernah memberikan sebuah aturan dan menciptakan sesuatu tanpa ada alasan dan manfaat yang akan diperoleh. Semua aturan yang diberikan Allah senantiasa dikembalikan kepada misi dan penciptaan manusia di muka bumi ini.
Keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah adalah perintah Allah yang juga diberikan kepada keluarga untuk diwujudkan bersama. Dengan adanya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah hal ini akan mampu membantu misi dan tujuan dalam keluarga yang islami bisa terwujud.

Menunjang Misi Kekhalifahan Manusia di Muka Bumi
”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adzariyat : 54)

Manusia diciptakan oleh Allah di muka bumi semata-mata untuk beribadah kepada Allah. Dengan adanya keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah maka tujuan beribadah kepada Allah sebagai satu-satunya Illah mampu dibentuk, dikondisikan, dan saling didukung dari keluarga. Keluarga sakinah mawaddah dan rahmah anggotanya, baik suami, istri, dan anak-anak akan saling mengarahkan untuk menjalankan misi ibadah kepada Allah. Keluarga sakinah mawaddah rahmah bukan hanya cinta manusia belaka, namun lebih jauh cinta kepada keillahiahan.
“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. . . . ” (QS Al-Baqarah : 30)
Allah pun menciptakan manusia untuk menjadi khalifah fil ard. Khalifah fil ard artinya adalah manusia melaksanakan pembangunan dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran di muka bumi lewat jalan apapun. Bisa menjadi ibu rumah tangga, profesi, memberdayakan ummat, dsb.
Dengan adanya keluarga sakinah yang penuh cinta dan rahmah, maka misi kekhalifahan ini bisa dilakukan dengan penuh semangat, dukungan dan juga saling membantu untuk menutupi kekurangan. Adanya profesi atau karir dari masing-masing suami, istri justru bukan malah menjauh dan saling tidak bertatap wajah. Adanya hal tersebut justru membuat mereka saling mendukung agar masing-masing juga banyak berkarya untuk agama dan bangsa, karena keluarga bagian dari pembangunan ummat.

Menjadi Ladang Ibadah dan Beramal Shalih
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS : At Tahrim: 6)
Allah memerintahkan kepada manusia untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka. Artinya, untuk menjauhi api neraka manusia diperintahkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan yang shaleh. Hal ini belum tentu mudah jika dijalankan sendirian. Untuk itu, adanya keluarga yang baik dan sesuai harapan Allah tentunya keluarga pun bisa menjadi ladang ibadah dan amal shalih karena banyak yang bisa dilakukan dalam sebuah keluarga.
Seorang ayah yang bekerja mencari nafkah halal demi menghidupi keluarga dan anak anaknya tentu menjadi pahala dan amal ibadah sendiri dalam keluarga. Begitupun seorang ibu yang mengurus rumah tangga atau membantu suami untuk menghidupi keluarga adalah ladang ibadah dan amal shalih tersendiri. Kewajiban istri terhadap suami dalam islam bisa menjadi ladang ibadah tersendiri. Begitupun Kewajiban suami terhadap istri adalah pahala tersendiri bagi suami dalam keluarga. Mendidik anak dalam islam juga merupakan bagian dari
Ladang ibadah dan amal shalih hanya akan bisa dilakukan secara kondusif oleh keluarga yang terjaga rasa cinta, sayang, dan penuh dengan ketulusan dalam menjalankannya. Untuk itu diperlukan keluarga dalam sakinah, mawaddah, wa rahmah yang bisa menjalankan ibadah dan amal shalih dengan semaksimalnya.

Tempat menuai cinta, kasih, sayang dan memenuhi kebutuhan
“Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?” (QS An-Nahl : 72)
Allah memberikan rezeki yang baik-baik salah satunya memberikan nikmat keluarga dan keturunan. Hal tersebut tentunya hal yang mahal dalam sebuah ikatan keluarga. Karena tidak semuanya dapat menikmati hal tersebut. Padahal, keluarga dan perasaan kenyamanan cinta adalah fitrah yang menjadi kebutuhan setiap manusia. Wanita shalehah idaman pria shaleh adalah salah satu bentuk kebahagiaan tersendiri dalam keluarga.
Dengan adanya keluarga sakinah mawaddah wa rahman, tentunya kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan manusia bisa dipenuhi dalam keluarga. Kebutuhan tersebut mulai dari rasa aman, tentram, rezeki berupa harta, cinta, sexual dari pasangan, kehormatan, dan tentunya bentuk-bentuk ibadah yang bisa dilakukan dalam amal salih berkeluarga.
Istri adalah amanah dari suami begitupun sebaliknya. Membangun rumah tangga dalam islam buka hanya amanah suami dan istri, namun lebih jauh dari itu adalah amanah dari Allah karena pernikahan dalam islam dibentuk atas dasar nama Allah. Keluarga dan Rumah tangga bukanlah tanpa ada kegoncangan dan ujian, namun atas dasar dan nilai-nilai agama semua itu mampu diselesaikan hingga redamnya kegoncangan. Keluarga Sakinah, Mawaddah dan warahmah bukan hanya tujuan, melainkan proses untuk menggapai kebahagiaan lebih dari dunia, yaitu kebahagiaan di akhirat.

Rabu, 07 Maret 2018

Jalan Thariqoh Rifa'iyah

Jalan Thariqoh Rifa'iyah


A. Pendiri dan Perkembangan Tarekat Rifa’iyah
Tarekat Rifa'iyah pertama kali muncul dan berkembang luas di wilayah Irak bagian selatan, didirikan oleh Abul Abbas Ahmad bin Ali ar-Rifa'i. Beliau lahir di Qaryah Hasan, dekat Basrah pada tahun 500 H / 1106 M. Sumber lain ada juga yang menyebukan beliau lahir pada tahun 512 H / 1118 M. Abu Bakar Aceh dalam bukunya Pengantar Ilmu Tarekat menulis bahwa Abul Abbas Ahmad bin Ali ar-Rifa'i menghabiskan hampir seluruh hidupnya di wilayah Irak bagian selatan. Ketika berusia tujuh tahun ayahnya meninggal dunia, kemudia beliau diasuh oleh pamannya Mansur al-Bathaihi, seorang syekh tarekat.
Selain berguru kepada pamannya Mansur al-Bathaihi beliau juga belajar pada pamannya Abu al-Fadl Ali al-Wasiti, terutama tentang mazhab fikih Imam Syafi'i, sehingga pada usia 21 tahun beliau telah berhasil memperoleh ijazah dan khirqah sembilan dari pamannya, sebagai pertanda telah mendapat wewenang untuk mengajar pula.
John L Esposito dalam Ensiklopedia Oxford Dunia Islam Modern menuliskan bahwa garis keturunan ar-Rifa'i sampai kepada Junaid al-Baghdadi (wafat 910 M) dan Sahl al-Tustari (wafat 896 M).
Pada tahun 1145 ar-Rifa'i menjadi syekh tarekat ini, ketika pamannya (syekhnya juga) menunjuk ar-Rifa'i sebagai penggantinya. Kemudian beliau mendirikan pusat tarekat sendiri di Umm Abidah, sebuah desa di Distrik Wasit, tempat beliau wafat.
Tarekat Rifa'iyah berbeda dengan Organisasi Kemasyarakatan Rifa'iyah yang ada di Indonesia. Ormas Rifa'iyah didirikan oleh Syekh Haji Ahmad ar-Rifa'i al-Jawi bin Muhammad bin Abi Sujak bin Sutjowijoyo, yang lahir pada 9 Muharam 1200 H / 1786 M di Desa Tempuran Kabupaten Kendal, terakhir dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Pemerintahan SBY.
Tarekat Rifa'iyah yang juga merupakan tarekat sufi Sunni ini memainkan peran penting dalam pelembangan sufisme. Di bawah bimbingan ar-Rifa'i tarekat ini tumbuh subur, sehingga dalam tempo yang tidak terlalu lama tarekat ini berkembangan luas keluar Irak, di antaranya ke Mesir dan Suriah. Hal ini disebabkan murid-murid tarekat ini menyebar ke seluruh kawasan Timur Tengah.
Perkembangan berikutnya Tarekat Rifa'iyah sampai ke kawasan Anatolia di Turki, Eropa Timur, Kaukasus dan wilayah Amerika Utara. Para murid Rifa'iyah membentuk cabang-cabang baru di tempat-tempat tersebut, alhasil jumlah cabang Tarekat Rifa'iyah meningkat dengan sistem syekh turun-temurun.
Tarekat Rifa'iyah juga sampai tersebar ke Indonesia, seperti di Aceh (terutama di bagian barat dan utara), di Jawa, Sumatera Barat dan Sulawesi. Namun di daerah Aceh tarekat ini lebih dikenal dengan sebutan Rafai, yang berarti "tabuhan rebana" berasal dari perkataan pendiri dan penyiar tarekat Rifa'iyah sendiri.
Walaupun Tarekat Rifa'iyah terdapat di tempat-tempat lain, namun menurut Esposito tarekat ini paling signifikan berada di Turki, Eropa Tenggara, Mesir, Palestina, Suriah, Irak dan Amerika Serikat.
Pada akhir masa kekuasaan Turki Usmaniyah (Ottoman), Rifa'iyah merupakan tarekat penting, keanggotaannya meliputi tujuh persen dari jumlah orang yang masuk tarekat sufi di Istanbul.


Tarekat Rifa'iyah di Turki
Perkembangan Tareka Rifa'iyah di Turki dimasa pemerintahan Turki Usmaniyah terbilang sangat pesat. Sejarah mencatat beberapa nama mursyid Tarekat Rifa'iyah di Turki, salah satunya Syekh al-Huda Muhammad al-Shayyadi (1850-1909), kemudian Syekh Shayyadi mendirikan salah satu cabang penting Tarekat Rifa'iyah. Karena pengaruh Syekh Shayyadi terhadap Sultan Abdul Hamid II, Tarekat Rifa'i menjadi tarekat resmi Kesultanan Ottoman.
Selanjutnya, sebagaimana yang ditulis John L Esposito dalam Ensiklopedia Oxford Dunia Islam Modern, di Turki dikenal sosok yang bernama Kenan Rifa'i (wafat 1950). Syekh Kenan tinggal di lingkungan kebanyakan bangsa Turki yang berbudaya dan berpendidikan tinggi, termasuk kaum perempuan dan orang-orang yang beragama Kristen.
Syekh Kenan mengajarkan sufisme sebagai cinta universal. Kemudian kecenderungan ini dimodifikasi Samiha Ayyerdi (membimbing orang-orang yang setia kepada ajaran Syari'ati setelag Syekh Kenan wafat) dengan karya politiknya yang tajam di Istanbul pada tahun 1979 dengan judul Let Us Be Not Slaves but Masters.


Tarekat Rifa'iyah di Timur Tengah
Di tanah Arab Tarekat Rifa'iyah hadir secara signifikan di Mesir, Palestina, Lebanon, Suriah dan tempat kelahirannya Irak. Pada awal abad ke-19 di Mesir tidak terdapat otoritas pusat di kalangan Rifa'iyah, namun sejak tahun 1970 pemimpin tertinggi Tarekat Rifa'iyah di Mesir adalah Mahmud Kamal Ya Sin, yang merupakan ketua cabang Amriyah dari Tarekat Rifa'iyah.
Kaum Rifa'iyah Mesir seperti kebanyakan kaum sufi Mesir, merasa bahwa salah satu faktor yang membedakan kaum sufi dari muslim lainnya adalah kesetiaan mereka kepada Nabi Muhammad SAW dan keturunnya. Di Palestina pada tahun 1981 syekh Tarekat Rifa'iyah aktif yang utama adalah Kamil al-Jabari dari Hebron dan Nazhmi Aukal dari Nablus. Kaum Rifa'iyah di Tripoli Lebanon mulai aktif sejak tahun 1984. Pada saat itu terdapat lima zawiyah terkenal yang masih mempraktikkan ritual dzikir. Di Suriah setelah Naqsyabandiyah, Tarekat Rifa'iyah merupakan tarekat yang paling tersebar luas dan dinamis. Sejak awal tahun 1980-an cabang Suriah yang paling signifikan adalah cabang Abdul al-Hakim Abdul al-Basith al-Saqbani. Dia dan orang-orang yang berkaitan dengannya telah menerbitkan banyak tulisan para syekh Tarekat Rifa'iyah.
Cabang utama Tarekat Rifa'iyah di Irak telah dipimpin oleh keluarga al-Rawi. Beberapa tahun terakhir di bawah arahan Syekh Khasyi al-Rawi dari Baghdad, kaum Rifa'iyah Irak (seperti halnya di Suriah) menerbitkan sejumlah naskah Rifa'iyah lama.

Tarekat Rifa'iyah di Amerika Serikat
Di Negeri Paman Sam setidaknya terdapat tiga cabang Rifa'iyah. Syekh Taner Vargonen yang berbasis di California Utara, memiliki garis keturunan Qadiriyah-Rifa'iyah yang berasal dari Muhammad Anshari (wafat 1978) dari Istanbul.
Sejak tahun 1992, seorang Rifa'iyah Turki Mehmet Catalkaya (Serif Baba), telah mengawasi pendirian fewcedi Chapel Hill. North Carolina dan di Manhattan. Syekh dari Serif Baba adalah Burhan Efendi dari Izmir.
Cabang Rifa'iyah ketiga terletak di negara bagian New York. Dr.Muhyiddin Shakoor, seorang psikolog konseling, menulis keterlibatannya dengan dengan kaum Rifa'iyah dalam bukunya The Writting on the Water. Dia menghubungkan para syekh Tarekat Rifa'iyah cabang New York ini secara garis keturunan dengan kaum Rifa'iyah di Kosovo.

B. Ajaran Tarekat Rifa'iyah
Dalam beberapa cabang, pengikut Rifa'iyah harus mengasingkan diri dan melakukan penyendirian spiritual (khalwat). Praktik ini biasanya dilakukan paling sedikit selama satu minggu pada awal Muharam.
Menurut Sayyid Mahmud Abul al-Faidl al-Manufi, Tarekat Rifa'iyah mempunyai tiga ajaran dasar, yaitu :
1. Tidak meminta sesuatu.
2. Tidak menolak.
3. Tidak menunggu.
Sementara menurut asy-Syarani, tarekat ini menekankan pada ajaran asketisme (zuhud) dan ma'rifat (puncak tertinggi dalam ajaran tasawuf).
Dalam pandangan Syekh ar-Rifa'i, sebagaimana diriwayatkan asy-Syarani, asketisme merupakan landasan keadaan-keadaan yang diridhai dan tingkatan-tingkatan yang disunahkan. Asketisme adalah langkah pertama seseorang menuju kepada Allah, mendapat ridha dari Allah dan bertawakkal kepada Allah. Menurut Syekh ar-Rifa'i "Barang siapa belum menguasai landasan kezuhudan, langkah selanjutnya belum lagi benar".
Mengenai ma'rifat Syekh ar-Rifa'i berpendapat bahwa penyaksian adalah kehadiran dalam makna kedekatan kepada Allah disertai ilmu yakin dan terbukanya hakikat realitas-realitas secara benar-benar yakin. Menurutnya, cinta mengantar rindu dendam, sedangkan ma'rifat menuju kefanaan ataupun ketiadaan diri.
Irhamni,MA dalam tulisannya mengenai Syekh ar-Rifa'i mengungkapkan bahwa pendiri Tarekat Rifa'iyah ini semasa hidupnya pernah mengubah sebuah puisi bertema "Cinta Ilahi" yang bunyinya : "Andaikan malam menjelang, begitu gairah kalbuku mengingat-Mu. Bagai merpati terbelenggu atau meratap tanpa jemu. Di atasku awan menghujani derita dan putus asa. Di bawahku lautan menggelora/kecewa. Tanyalah atau biarkanlah mereka bernyawa. Bagaimana tawanan-Nya bebaskan tawanan lainnya, sementara dia dipercaya tanpa-Nya dan dia tidak terbunuh, kematian itu istirah baginya. Bahkan dia tidak dapat mati sampai bebas karenanya".
Syair di atas merupakan salah satu bentuk asketisme yang dilakukan oleh Syekh Ahmad Rifa'i dalam mencapai hakikat tertinggi mengenal Allah, yaitu tingkat ma'rifat.

Wirid dan Amalan Tarekat Rifa'iyah
Ciri khas Tarekat Rifa'iyah terletak pada dzikirnya yang disebut dengan darwis melolong, karena dilakukan bersama-sama dengan diiringi suara gendang bertalu-talu. Dzikir itu dilakukan sampai mencapai suatu keadaan dimana mereka dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang menakjubkan, seperti berguling-guling dalam bara api, tetapi mereka tidak terbakar sedikit pun.
Menurut John L Esposito, sebagian kaum Rifa'iyah terkenal karena mengikuti praktik upacara, seperti menusuk kulit dengan pedang dan makan kaca. Hal ini menyebar bersama Tarekat Rifa'iyah sampai ke Kepulauan Melayu. Namun saat ini praktik seperti itu tidak lagi dilakukan, karena dianggap menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya.
Di Sumatera para pengikut Rifa'iyah ini memainkan dabus, yaitu menikam diri dengan senjata tajam, diiringi dengan dzikir-dzikir tertentu. Dalam bahasa Arab Dabus artinya "besi yang tajam".
Christian Snouck Hurgronye dalam De Acehers mengatakan bahwa dabus dan rabana yang sering dimainkan di Sumatera ini sangat erat hubungannya dengan Tarekat Rifa'iyah.
Dabus ini juga berkembang di daerah Sunda, seperti diungkapkan C.Poensen dalam bukunya Het Daboes van Santri Soenda.
Di Sumatera Barat kesenian dabus ini dikenal dengan sebutan TABUIK, tepatnya di daerah Padang Pariaman.
Dalam Encyklopedia van Nederlandsch Oost India, disebutkan bahwa perkembangan Tarekat Rifa'iyah ini bersama-sama dengan permainan dabus.

Selasa, 06 Maret 2018

USAHA DAN DOA

USAHA DAN DOA


Suatu saat jika doa sudah tidak bisa terkabQqpulkan... maka jalan satu2nya adalah tidak perlu berdoa melainkan mohon ampunlah.... barangkali dengan adanya perasaan paling baik sendiri membuat hati menjadi sombong akan kebenaran... lupa dengan kesalahan... sehingga menghalangi terkabulnya doa...

By : RI. Pelopor 

Kisah Seorang Penjual Koran

Kisah Seorang Penjual Koran


Di ufuk timur, matahari belum tampak. Udara pada pagi hari terasa dingin. Alam pun masih diselimuti embun pagi. Seorang anak mengayuh sepedanya di tengah jalan yang masih lengang. Siapakah gerangan anak itu? Ia adalah seorang penjual Koran, yang bernama Abdi.
Menjelang pukul lima pagi, ia telah sampai di tempat agen koran dari beberapa penerbit. “Ambil berapa Abdi?” tanya Bang Amir. “Biasa saja.”jawab Abdi. Bang Amir mengambil sejumlah koran dan majalah yang biasa dibawa Abdi untuk langganannya. Setelah selesai, ia pun berangkat.
Ia mendatangi pelanggan-pelanggan setianya. Dari satu rumah ke rumah lainnya. Begitulah pekerjaan Abdi setiap harinya. Menyampaikan koran kepada para pelanggannya. Semua itu dikerjakannya dengan gembira, ikhlas dan rasa penuh tanggung jawab.
Ketika Abdi sedang mengacu sepedanya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan sebuah benda. Benda tersebut adalah sebuah bungkusan plastik berwarna hitam. Abdi jadi gemetaran. Benda apakah itu? Ia ragu-ragu dan merasa ketakutan karena akhir-akhir ini sering terjadi peledakan bom dimana-mana. Abdi khawatir benda itu adalah bungkusan bom. Namun pada akhirnya, ia mencoba membuka bungkusan tersebut. Tampak di dalam bungkusan itu terdapat sebuah kardus.
“Wah, apa isinya ini?’’tanyanya dalam hati. Abdi segera membuka bungkusan dengan hati-hati. Alangkah terkejutnya ia, karena di dalamnya terdapat kalung emas dan perhiasan lainnya. “Wah apa ini?”tanyanya dalam hati. “Milik siapa, ya?” Abdi membolak-balik cincin dan kalung yang ada di dalam kardus. Ia makin terperanjat lagi karena ada kartu kredit di dalamnya. “Lho,…ini kan milik Pak Mansur. Kasihan sekali Pak Mansur , rupanya ia telah kecurian.”gumamnya dalam hati.
Apa yang diperkirakan Abdi itu memamg benar. Rumah Pak Mansur telah kemasukan maling tadi malam. Karena pencuri tersebut terburu-buru, bungkusan perhiasan yang telah dikumpulkannya terjatuh. Abdi dengan segera memberitahukan Pak Mansur. Ia menceritakan apa yang terjadi dan ia temukan. Betapa senangnya Pak Mansur karena perhiasan milik istrinya telah kembali. Ia sangat bersyukur, perhiasan itu jatuh ke tangan orang yang jujur.
Sebagai ucapan terima kasihnya, Pak Mansur memberikan modal kepada Abdi untuk membuka kios di rumahnya. Kini Abdi tidak lagi harus mengayuh sepedanya untuk menjajakan koran. Ia cukup menunggu pembeli datang untuk berbelanja. Sedangkan untuk mengirim koran dan majalah kepada pelanggannya, Abdi digantikan oleh saudaranya yang kebetulan belum mempunyai pekerjaan. Itulah akhir dari sebuah kejujuran yang akan mendatangkan kebahagiaan di kehidupan kelak.

Selasa, 20 Februari 2018

Meniru Sarjana Muda Sukses


Meniru Sarjana Muda Sukses



Mungkin untuk menjadi orang sukses tidak harus jadi sarjana. Tapi seorang sarjana pasti punya banyak peluang untuk sukses. Orang bukan sarjana punya pikiran sendiri mengenai Sukses yaitu harus kaya, punya jabatan tinggi dan harta melimpah. Tapi pikirannya seorang sarjana lebih dari itu, yaitu dikatakan sukses apabila cita-cita dan harapan terpenuhi sehingga membuat hidup lebih nyaman, tentram dan damai tanpa ada beban pikiran. Jadi tidak harus kaya, punya jabatan tinggi dan harta melimpah. Tapi lebih pada berkah dan manfaatnya hidup bagi orang lain di sekitar lingkungan hidup.

Selasa, 13 Februari 2018

Rahasia Ilmiah Tidur : “Temukan Gaya Tidur Barumu yang (hanya sedikit waktu dan) Berkualitas !”


Rahasia Ilmiah Tidur : 
“Temukan Gaya Tidur Barumu 
yang (hanya sedikit waktu dan) Berkualitas !”



Apakah Anda orang dengan aktivitas bejibun sehingga waktu tidur Anda sering tergadaikan untuk menyelesaikan aktivitas tersebut ? Ataukah Anda termasuk orang yang sulit dalam tidur sehingga keesokan harinya mereasa lemas, ngantuk dan kehilangan konsentrasi ? Atau malah Anda termasuk orang yang gampang sekali tidur, dimanapun kapanpun ada kesempatan, Anda pasti langsung tidur ? Atau Anda mengalami berbagai permasalahan tidur lainnya ? Anda ingin sedikit tidur dengan tetap sehat dan bugar ? Maka tulisan ini saya buat spesial dan saya dedikasikan hanya untuk Anda..:)

Tulisan ini berawal ketika saya merasa tidak nyaman dengan pola tidur saya. Waktu itu –semester tiga- saya mengalami perubahan aktifitas yang berdampak pada pola tidur yang sangat tidak teratur, tidur yang terlalu larut, hanya sedikit dan disembarang waktu. Di siang harinya, dampak itu terasa di sekujur badan. Yang pasti mengantuk, mual-mual, kehilangan konsentrasi dan serasa kurang energi. Bahkan kadang saat kuliah….tertidur.. Heee.. You know me so well-lah…:-) Dan orang bijak menyikapi setiap fenomena itu berdasar ilmu :) , oleh karenanya saya mencoba untuk mencari ilmu tentang “tidur” ini.

Pernah saya bertanya kepada beberapa Dokter, ada Dokter yang mengatakan bahwa resiko kekurangan tidur adalah cepat mati..Upppp’s..Seram sekali…O.o Dia katakan setiap kali kita tidur terjadi siklus regenerasi sel ataupun hormon, dan ketika porsi tidur seseorang kurang, maka regenerasi sel tidak akan berjalan sempurna, dan ini akan mengakibatkan kurangnya umur seseorang yang akan terus terakumulasi. Lain narasumber, dari Dokter yang berbeda mengatakan bahwa ada tiga penyusun komponen penyangga kestabilan tubuh, yang pertama adalah tidur, kedua adalah gizi dan yang ketiga adalah olah raga. Jika ada salah satu yang kurang, untuk menjaga kestabilan tubuh maka komponen yang lain harus dilebihkan.

Tidak selesai disitu rasa penasaran saya, saya mulai menggandrungi dalam pengoleksian e-book seputar tidur. Akhirnya saya menemukan ebook berjudul “How to Sleep Less and Have More Energy than You Ever Had Before”. Saya pahami perlahan dan urainnya pun sangat sistematis lagi logis. Buku yang menurut saya cukup menjawab segala pertanyaan tentang tidur. Apakah sebenarnya tidur itu ? Mengapa kebanyakan orang tidur malam hari ? Berapa lama tidur ideal ? Apakah efek jika tidur tidak ideal dan bagaimana cara membuatnya ideal ? Mengapa tidur selepas subuh dan ashar tidak dianjurkan ? Dan masih banyak lainnya.



Tahukah kamu jika dalam kesehariannya, manusia mengalami perubahan suhu tubuh –yang secara umum- seperti kurva di atas. Saat kurva naik, tubuh terasa lebih enerjik dan frekuensi gelombang otak seseorang lebih tinggi. Pada waktu ini memungkinkan seseorang untuk beraktifitas dengan optimal. Pada kurva di atas tampak bahwa suhu tubuh naik yakni pada sore hari –setelah Ashar sampai malam hari- dan dari pagi hari sampai siang hari (waktu dzuhur). Jika seseorang tidur pada waktu ini maka orang itu sama saja dengan menentang arus, menentang sifat alami tubuh, sehingga yang terjadi seseorang terasa pusing setelah bangun dan terasa kehilangan konsentrasi atapun serasa mengambang, dll saat tidur di waktu pagi atau selepas Ashar. Ini mengapa tidur diwaktu pagi hari dan setelah sore hari –setelah Ashar- tidak dianjurkan. Tahukah kamu ? Dan ternyata Islam mengajarkan demikian melalui sunnah Rasul-Nya, untuk tidak tidur selepas subuh dan ashar.. Subhanallah..  :-)

Sedangkan saat kurva tubuh turun, seseorang terasa lebih malas, lesu,  dan lelah sehingga seseorang cenderung mengantuk. Pada waktu ini frekuensi gelombang otak menjadi rendah. Penurunan suhu tubuh berdampak melebarnya pembuluh darah yang menjangkau organ-organ tubuh serta mendorong terjadi rileksasi dan respirasi pada tubuh seseorang. Sehingga saat kurva suhu tubuh turun adalah waktu yang tepat untuk tidur seseorang.  Pada kurva di atas, suhu tubuh turun pada malam hari sekitar pukul 9.00 p.m hingga pagi hari dan setelah waktu Dzuhur sampai Ahsar.

Nah, penjelasan di atas adalah pemanasan sebelum penjelasan inti. Maka sudah panas kah hati Kamu..? Haaaa..:o Maksudnya pikiran kamu untuk penjelasan berikutnya.. Cekidot..!!

Pertanyaan sekarang yang muncul adalah bagaimana seseorang dapat tidur dengan optimal ? Apakah harus dengan waktu yang lama atau bagaiamana ? Kuncinya adalah pada kualitas tidur, bukan pada kuantitas (lama tidaknya) tidur seseorang. Jika kualitas tidur seseorang bagus, meskipun sedikit tidurnya itupun tidak masalah dan cukup.

Sebelum saya menguraikan lebih jauh, tahukah kamu jika setiap tidur kita memiliki siklus tersendiri ? Dan siklus ini akan membantu kamu dalam memahami penjelasan berikutnya. Berikut kelima siklus tidur kita :

Stage 1 : Selama stage ini frekuensi gelombang otak kita mulai turun, yang disebut dengan alpha brain waves.
Stage 2 : Disebut juga dengan Sleep Spindles and K-Complexes. Selama stage ini seseorang masih dengan mudah dibangunkan, dan kebanyakan orang ketika dibangunkan akan mengatakan “Ooo.. endak..endak, saya tidak tertidur kok” dan ungkapan lain yang sejenis dengan itu.
Stage 3 dan 4 : Disebut juga dengan Deep Sleep. Pada stage ini frekuensi otak mencapai puncak terendah antara delta dan theta, dan disinilah tubuh seseorang benar-benar istirahat secara total dan optimal. Tekanan darah dan detak jantung mencapai titik terendah, terjadi respirasi, perbaikan sel-sel tubuh dan terjadi penetralan racun-racun yang berada dalam tubuh
Stage 5 : Stage ini disebut juga dengan REM (Rapid Eye Movement). Dalam penelitian sampai saat ini menyatakan bahwa mata bergerak ke segala arah pada stage ini, frekuensi gelombang otak justru naik, identik dengan seseorang ketika terbangun seperti biasa.
Dari penjelasan di atas, jelas sudah bahwa yang kita inginkan dari setiap tidur kita adalah saat Deep Sleep. Bisa dibilang yang dimaksud dengan tidur seseorang berkualitas adalah Deep Sleep ini. Terus bagaimana agar mendapatkan Deep Sleep ? Deep Sleep terjadi ketika kurva suhu tubuh menurun. Semakin tajam penurunan kurva suhu tubuh, maka peluang terjadinya Deep Sleep dalam tidur lebih besar dan semakin bagus.

Dari penjelasan awal hingga sekarang, dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas tidur seseorang berpatokan dasar dari kurva suhu tubuh dalam kesehariannya. Lalu bagaima cara memodifikasi kurva tersebut agar mendapatkan kualitas tidur yang maksimal ? Jawabannya adalah dengan mengatur faktor-faktor yang mempengaruhi kurva tersebut. Berikut adalah faktor-faktornya serta bagaimana sikap kita terhadap faktor tersebut agar kualitas tidur kita maksimal :

Cahaya Matahari dan Hormon Melatonin
Pernahkah kamu berpikir mengapa kebanyakan orang tidur diwaktu malam ? Apakah gara-gara dahulu ada orang yang bilang “Oke semuanya, mulai sekarang ayo kita tidur diwaktu malam saja”. Seperti itu ?

Dalam tubuh manusia ada hormon yang dinamakan dengan hormon melatonin, yang akan berkurang jumlahnya saat terkena cahaya matahari. Hormon ini memiliki tugas pada setiap tidurmu, mengembalikan energi fisik ketika kamu tidur. Jika hormon ini meningkat, maka kamu akan merasa mengantuk berat. Itu mengapa saat kamu berada di tempat yang gelap kamu cenderung merasa mengantuk, karena saat gelap hormon melatonin meningkat.

Cahaya matahari yang mengenai mata berperan dominan untuk meningkatkan suhu tubuh. Dan menurut riset yang ada selama ini, cahaya matahari tidak bisa digantikan dengan cahaya yang lain, termasuk cahaya lampu. Jika seharian seseorang bekerja seharian di dalam kantor hanya mendapatkan cahaya lampu –tidak mendapatkan cahaya matahari-, malamnya diperjalanan dan di rumah juga mendapatkan lampu lagi, maka mata kita akan kebingungan dalam membedakan antara siang dengan malam. Hal ini akan berdampak kurva suhu tubuh menjadi flat (datar) yang menyebabkan seseorang insomnia/susah untuk tidur. Lalu bagaima solusinya ? Satu-satunya solusi adalah dengan tetap memperoleh cahaya matahari mengenai mata kita agar kurva suhu tubuh naik dan hormon melatonin berkurang. Yakni saat kita kerja, usahakan berada didekat sumber cahaya, misal disamping jendela, agar cahaya bisa masuk dan mengenai mata kita. Itulah alasan mengapa kebanyakan orang beraktifitas di siang hari dan tidur dimalam hari, agar siang harinya bisa mendapatkan cahaya matahari mengenai mata seseorang yang tidak bisa digantikan dengan cahaya lain –menurut buku di atas-. Dan tahukah kamu, ada sebuah kitab yang telah ada beratus-ratus tahun yang lalu dimana tidak ada teknologi yang menjangkau saat itu telah menyebutkan hal yang sama, “ [9]dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. [10]dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. [11]dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan” (QS.An-Naba’ : 9-11). Subhanallah… :-) Sehingga mengapa pola orang tidur di malam hari dan bekerja di siang hari jelas bukanlah tindakan tanpa alasan…

Kaca Mata Hitam (Sun Glasses)
Hindari memakai kaca mata hitam atau apa saja yang menyebabkan intensitas cahaya matahari terkurangi untuk jatuh ke mata kita. Sunglass (bisa dibilang seperti kacamata hitam) dapat mem-blok intensitas cahaya dari 10% hingga 90%.

Olah Raga
Mengapa harus olah raga ? Olah raga akan berdampak pada naiknya suhu tubuh kita sehingga kurva suhu tubuh nantinya akan mengalami puncak yang tinggi. Maksimalnya nilai peak to peak (puncak ke puncak) kurva suhu tubuh ini akan memberikan kemudahan untuk mencapai Deep Sleep, sehingga setelah bangun dari tidurnya, tubuh terasa segar dan full energi.

Jangan melakukan olah raga 3 jam kurang dari waktu tidur. Karena itu akan meningkatkan suhu tubuh sehingga bisa jadi waktu kita ingin beranjak tidur, kurva suhu tubuh masih terus naik yang berakibat pada sulitnya pencapaian Deep Sleep dalam tidur. Waktu yang bagus untuk olah raga adalah saat pagi dan sore hari.

Nap (Tidur Siang)
Ketiga adalah tentang tidur siang. Gimana pendapat kamu tentang tidur siang ? Apakah baik atau justru tidak ? Tidur siang yang baik dan benar akan mencegah penyakit jantung coroner hingga 30%, jika tidak.. maka tidur siang justru merusak pola tidur seseorang. Perlu diketahui, untuk mencapai kondisi tidur Deep Sleep, seseorang memerlukan waktu sekitar 45 menit sejak seseorang tidur.

Ketika di siang hari seseorang tidur melebihi batas masuknya Deep Sleep (sekitar 45 menit awal), maka efeknya adalah dimalam harinya seseorang akan mengalami kesulitan tidur, karena siang harinya telah mendapatkan Deep Sleep. Akibatnya keesokan harinya badannya malah terasa lemas, mengantuk dan mual. Atau ketika seseorang tidur siang mencapai Deep Sleep dan saat itu juga –saat deep sleep- dibangunkan atau bangun dengan sendirinya, maka saat bangun ia terasa pusing dan perlu menunggu waktu beberapa saat untuk sadar kembali –istilah jawa, nyawane rung genep-.

Oleh karena itu, rekomendasi tidur siang adalah jangan melampaui batas tepat masuknya Deep Sleep saat tidur. Jika tidur siang sudah kurang dari 45 menit pun masih terasa pusing setelah bangun, maka bisa dikurangi lagi, karena bisa jadi tenggang untuk mencapai Deep Sleep lebih sedikit, dan ini berbeda setiap untuk orang. Menurut penelitian yang ada –dalam buku yang disebutkan diawal- 10 menit pun cukup untuk mengembalikan kondisi fisik seseorang dan akan bangun dalam keadaan segar kembali. Sehingga 10 menit cukup untuk tidur siang seseorang.

Bangun di Akhir Siklus Tidur
Ini adalah rahasia bangun dengan tubuh segar dan full energi. Setiap tidur seseorang ada siklusnya, mulai dari stage 1 hingga stage 5 seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Ingatkah kamu jika pada stage 5 (REM), frekuensi gelombang otak justru tinggi dan identik dengan gelombang otak saat orang dalam kondisi sadar ? Sehingga posisi bangun yang paling tepat adalah saat masuk stage 5 (REM). Dan waktu terburuk bangun adalah saat stage ¾ (Deep Sleep). Lalu bagaimana cara agar bangun pada waktu REM ? Caranya adalah dengan mencoba-coba. Jika saat bangun badan terasa segar, maka kemungkinan besar itu adalah saat REM. Dan usahakan hari hari kedepan bangun pada waktu yang sama. Jika tidak, maka coba majukan atau mundurkan waktu bangun dari tidur barang beberapa menit hingga mendapatkan kondisi tubuh yang segar dan full energi saat bangun dari tidur.

Siklus Tidur
Pernahkah kamu mengalami peristiwa bangun tidur dengan sendirinya dengan jam yang sama pada setiap harinya ? Atau malah sampai sekarang justru seperti itu ? Pernahkah kamu menyalakan alarm agar kamu bisa bangun tetapi saat alarm menyala kamu tidak sadar dan tidak bangun ?  Itu semua karena dalam diri kita telah tersentuk semacam sistem yang mengatur tidur kita. Diawal kita telah sama-sama mengetahi bahwa setiap orang memiliki siklus tidurnya. Itulah mengapa seseorang dapat bangun dengan sendirinya pada jam yang sama. Karena seseorang telah memiliki pola tidurnya tersendiri.

Untuk menjaga kestabilan tidur dan kualitasnya, maka pola tidur seseorang perlu diperhatikan. “Hore, besok weekend –sabtu minggu- aku bisa tidur seharian untuk melepas lelahku”. Itu salah satu ekspresi seseorang, mungkin banyak kalangan mahasiswa yang seperti itu. Tetapi tahukah kamu ? Itu akan merusak pola tidur yang telah terbentuk sebelumnya. Sehingga dihari seninnya justru seseorang akan merasa lemas dan mengantuk, karena pada malam harinya orang tersebut mengalami kesulitan dalam tidurnya. Jadi kesimpulannya, jaga pola tidur yang telah terbentuk, usahakan tidur dan bangun diwaktu yang sama setiap harinya. Hingga saat ini masing-masing kita telah memiliki jam biologis, itu yang perlu diperhatikan. Jika ada perubahan aktifitas sehingga mengubah jam biologis seseorang, diperlukan waktu beberapa hari agar pola tidur kembali terbentuk.

Air Minum dan Tidur
Pasti kamu tahu anjuran untuk meminum minimal 8 gelas air sehari. Ya, itu adalah salah satu hal yang mesti kamu penuhi untuk kesehatan tubuh kamu. Simak uraian kebutuhan air di bawah ini dalam sehari :

Untuk usus : ½ gelas
Untuk pernafasan :  1+1/3 gelas
Untuk paru-paru : 2 gelas
Untuk kulit : 2 gelas
Untuk ginjal : 5½  gelas
Maka dalam kondisi normal, tubuh kita membutuhkan sekitar 12 gelas setiap harinya. Pengaruh utama dari kekurangan cairan dalam tubuh akan terasa pada darah kamu. Darah sulit untuk membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Sehingga tubuh terasa lelah, serasa kurang energi dan sistem immune akan melemah.
Saat kita tidur, pembuluh darah kita melebar dan dan darah yang ada dalam tubuh akan bersirkulasi ke otot-otot untuk melakukan perbaikan sel-sel. Jika kita tidur dengan kondisi dehidrasi, maka saat tidur otot-otot kita tidak mendapatkan oksigen secara optimal begitupun dengan regenerasi sel-sel tubuh. Analoginya adalah misal kita tidur 6 jam dalam keadaan haus sama saja kita lari maraton 6 jam tanpa minum air.
Makanan Sehari-hari
Saat kita tidur, semua kegiatan dalam tubuh menurun, baik itu frekuensi gelombang otak, bloot rate, detak jantung termasuk kinerja sistem pencernaan. Makan sebelum tidur membuat sistem  pencernaan kita bekerja dan membutuhkan banyak energi. Tahukah kamu jika saat tidur kita membutuhkan banyak energi untuk sistem peredaran darah (memompa darah) ke otot-otot ? Jika kita makan sebelum tidur maka energi akan tersedot untuk sistem pencernaan, sehingga pemompaan darah kurang maksimal, dan ini akan mengurangi kualitas tidur kita.
Ada orang yang ingin begadang sampai malam, ingin tubuh tidak lemas dan bersemangat menggunakan zat-zat seperti caffein, alcohol dan nikotin rokok. Prinsipnya zat-zat di atas adalah akan mempercepat rate dalam tubuh, seperti detak jantung, gelombang otak, dst sehingga dalam beberapa waktu (sebentar saja), tubuh akan terasa segar. Dan kita tentu tahu bahwa zat-zat di atas dapat mengganggu kesehatan, maka lebih baik kita menghindarinya. Mengkonsumsi calsium dan magnesium sangat baik untuk meningkatkan kualitas tidur, karena otak kita membutuhkan zat tersebut terutama saat tidur dan dapat memperbaiki Deep Sleep pada tidur kita.
Posisi Tidur
Bagaimanakah posisi tidur kamu sekarang ? Sudah nyamankah dengan posisi tidur yang sekarang ?  Salah posisi tidur akan membuat tidur yang tidak berkualitas. Prinsipnya adalah jangan memberikan tekanan atau rangsangan pada tubuh saat kita tidur. Misalnya adalah saat kita tidur tengkurap, ini adalah posisi yang buruk. Karena itu akan memberikan tekanan pada organ-organ kita, seperti perut, liver, pencernaan, dll. Minimalkan rangsangan saat tidur, seperti rangsangan cahaya. Sebaiknya adalah mematikan lampu saat tidur, karena sadar tidak sadar mata kita akan merespon setiap cahaya yang masuk. Begitu pula rangsangan suara, dsb.

Strees Menjelang Tidur
Masalah yang terjadi disepanjang hari jangan sampai mengganggu segalanya, termasuk tidur kamu. Kenapa demikian ? Saat stress, hormon adrenaline kita meningkat. Sehingga tekanan darah dan kerja-kerja organ seperti detak jantung, frekuensi gelombang otak dan kandungan gula darah akan naik. Padahal saat tidur kita membutuhkan agar organ-organ tubuh istirahat, bekerja dalam kondisi paling ringan. Sehingga, rilekslah, tenangkan diri kamu dan berdoalah sebelum beranjak tidur.
Okey semuanya… Selamat mendapatkan gaya tidur yang baru, gaya tidur yang berkualitas, tidur dengan penuh keyakinan diri dan kemantapan hati…:-) Sehingga keseokan harinya kamu bisa melakukan aktifitas dengan maksimal. Bagi kamu yang mengaku aktivis, atau kamu yang mengaku akademis.. pengusaha… atau yang biasa-biasa saja….Heee.. Semoga ini bermanfaat..
Karena disetiap setiap tindakan kita harus tahu alasannya, mari kita sikapi setiap fenomena yang kita jumpai itu dengan ilmu. Mari saling berbagi.. mari saling mengispirasi ! Cukup sekian dulu tulisan saya edisi keilmuan tidur kali ini.. Oiya, sebelumnya… Pernahkah kamu merasa kesulitan saat tidur ? Butuh berjam-jam untuk menghantarkan ke tidur kamu ? Dan bagaimana trik lanjutan agar tidur kita berkurang secara jumlah, sehingga waktunya bisa kita gunakan untuk kegiatan produktif yang lain ?

Kamis, 18 Januari 2018

Humor Abu Nawas: Asmara Sang Pangeran

Humor Abu Nawas:
Asmara Sang Pangeran


Memang Aneh Secara tak terduga Pangeran yang menjadi putra marikota jatuh sakit. Sudah banyak tabib yang didatangkan untuk memeriksa dan mengobati tapi tak seorang pun mampu menyembuhkannya. Akhirnya Raja mengadakan sayembara. Sayembara boleh diikuti oleh rakyat dari semua lapisan. Tidak terkecuali oleh para penduduk negeri tetangga. Sayembara yang menyediakan hadiah menggiurkan itu dalam waktu beberapa hari berhasil menyerap ratusan peserta. Namun tak satu pun dari mereka berha­sil mengobati penyakit sang pangeran. Akhirnya sebagai sahabat dekat Abu Nawas, menawarkan jasa baik untuk menolong sang putra mahkota. Baginda Harun Al Rasyid menerima usul itu dengan penuh harap.
Abu Nawas sadar bahwa dirinya bukan tabib. Dari itu ia tidak membawa peralatan apa-apa. Para tabib yang ada di istana tercengang melihat Abu Nawas yang datang tanpa peralatan yang mungkin diperlukan. Mereka berpikir mungkinkah orang macam Abu Nawas ini bisa mengobati penyakit sang pangeran? Sedangkan para tabib terkenal dengan peralatan yang lengkap saja tidak sanggup. Bahkan penyakitnya tidak terlacak. Abu Nawas merasa bahwa seluruh perhatian tertuju padanya. Namun Abu Nawas tidak begitu memperdulikannya. Abu Nawas dipersilahkan memasuki kamar pange­ran yang sedang terbaring. la menghampiri sang pange­ran dan duduk di sisinya. Setelah Abu Nawas dan sang pangeran saling pandang beberapa saat, Abu Nawas berkata, “Saya membutuhkan seorang tua yang di masa mudanya sering mengembara ke pelosok negeri.” Orang tua yang diinginkan Abu Nawas didatangkan. “Sebutkan satu persatu nama-nama desa di daerah se­latan.” perintah Abu Nawas kepada orang tua itu.
Ketika orang tua itu menyebutkan nama-nama de­sa bagian selatan, Abu Nawas menempelkan telinganya ke dada sang pangeran. Kemudian Abu Nawas memerintahkan agar menyebutkan bagian utara, barat dan timur. Setelah semua bagian negeri disebutkan, Abu Nawas mohon agar diizinkan mengunjungi sebuah desa di sebelah utara. Raja merasa heran. “Engkau kuundang ke sini bukan untuk bertamasya.” “Hamba tidak bermaksud berlibur Yang Mulia.” kata Abu Nawas. “Tetapi aku belum paham.” kata Raja. “Maafkan hamba, Paduka Yang Mulia. Kurang bijaksana rasanya bila hamba jelaskan sekarang.” kata Abu Nawas. Abu Nawas pergi selama dua hari. Sekembali dari desa itu Abu Nawas menemui sang pangeran dan membisikkan sesuatu kemudian menem­pelkan telinganya ke dada sang pangeran. Lalu Abu Nawas menghadap Raja. “Apakah Yang Mulia masih menginginkan sang pangeran tetap hidup?” tanya Abu Nawas. “Apa maksudmu?” Raja balas bertanya. “Sang pangeran sedang jatuh cinta pada seorang gadis desa di sebelah utara negeri ini.” kata Abu Nawas menjelaskan. “Bagaimana kau tahu?” “Ketika nama-nama desa di seluruh negeri disebut­kan tiba-tiba degup jantungnya bertambah keras ketika mendengarkan nama sebuah desa di bagian utara ne­geri ini. Dan sang pangeran tidak berani mengutarakannya kepada Baginda.” “Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Raja.

“Mengawinkan pangeran dengan gadis desa itu.” “Kalau tidak?” tawar Raja ragu-ragu. “Cinta itu buta. Bila kita tidak berusaha mengobati kebutaannya, maka ia akan mati.” Rupanya saran Abu Nawas tidak bisa ditolak. Sang pangeran adalah putra satu-satunya yang merupakan pewaris tunggal kerajaan. Abu Nawas benar. Begitu mendengar persetujuan sang Raja, sang pangeran berangsur-angsur pulih. Sebagai tanda terima kasih Raja memberi Abu Nawas se­buah cincin permata yang amat indah.    

Humor Abu Nawas: Pintu Akhirat

Humor Abu Nawas:
Pintu Akhirat


Tidak seperti biasa, hari itu Baginda tiba-tiba ingin menyamar menjadi rakyat biasa. Beliau ingin menyaksikan kehidupan di luar istana tanpa sepengetahuan siapa pun agar lebih leluasa bergerak. Baginda mulai keluar istana dengan pakaian yang amat sederhana layaknya seperti rakyat jelata. Di sebuah perkampungan beliau melihat beberapa orang berkumpul. Setelah Baginda mendekat, ternyata seorang ulama sedang menyampaikan kuliah tentang alam barzah. Tiba-tiba ada seorang yang datang dan bergabung di situ, la bertanya kepada ulama itu.
“Kami menyaksikan orang kafir pada suatu waktu dan mengintip kuburnya, tetapi kami tiada mendengar mereka berteriak dan tidak pula melihat penyiksaan-penyiksaan yang katanya sedang dialaminya. Maka bagaimana cara membenarkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang dilihat mata?” Ulama itu berpikir sejenak kemudian ia berkata,“Untuk mengetahui yang demikian itu harus dengan panca indra yang lain. Ingatkah kamu dengan orang yang sedang tidur? Dia kadangkala bermimpi dalam tidurnya digigit ular, diganggu dan sebagainya. la juga merasa sakit dan takut ketika itu bahkan memekik dan keringat bercucuran pada keningnya. la merasakan hal semacam itu seperti ketika tidak tidur. Sedangkan engkau yang duduk di dekatnya menyaksikan keadaannya seolah-olah tidak ada apa-apa. Padahal apa yang dilihat serta dialaminya adalah dikelilirigi ular-ular. Maka jika masalah mimpi yang remeh saja sudah tidak mampu mata lahir melihatnya, mungkinkah engkau bisa melihat apa yang terjadi di alam barzah?”
Baginda Raja terkesan dengan penjelasan ulama itu. Baginda masih ikut mendengarkan kuliah itu. Kini ulama itu melanjutkan kuliahnya tentang alam akhirat. Dikatakan bahwa di surga tersedia hal-hal yang amat disukai nafsu, termasuk benda-benda. Salah satu benda-benda itu adalah mahkota yang amat luar biasa indahnya. Tak ada yang lebih indah dari barang-barang di surga karena barang-barang itu tercipta dari cahaya. Saking ihdahnya maka satu mahkota jauh lebih bagus dari dunia dan isinya. Baginda makin terkesan. Beliau pulang kembali ke istana.Baginda sudah tidak sabar ingin menguji kemampuan Abu Nawas. Abu Nawas dipanggil: Setelah menghadap Bagiri“Aku menginginkan engkau sekarang juga berangkat ke surga kemudian bawakan aku sebuah mahkota surga yang katanya tercipta dari cahaya itu. Apakah engkau sanggup Abu Nawas?”“Sanggup Paduka yang mulia.” kata Abu Nawas langsung menyanggupi tugas yang mustahil dilaksanakan itu. “Tetapi Baginda harus menyanggupi pula satu sarat yang akan hamba ajukan.”
“Sebutkan syarat itu.” kata Baginda Raja.“Hamba morion Baginda menyediakan pintunya agar hamba bisa memasukinya.” “Pintu apa?” tanya Baginda belum mengerti. Pintu alam akhirat.” jawab Abu Nawas.“Apa itu?” tanya Baginda ingin tahu.“Kiamat, wahai Paduka yang mulia. Masing-masing alam mempunyai pintu. Pintu alam dunia adalah liang peranakan ibu. Pintu alam barzah adalah kematian. Dan pintu alam akhirat adalah kiamat. Surga berada di alam akhirat. Bila Baginda masih tetap menghendaki hamba mengambilkan sebuah mahkota di surga, maka dunia harus kiamat teriebih dahulu.”Mendengar penjetasan Abu Nawas Baginda Raja terdiam.

Di sela-sela kebingungan Baginda Raja Harun Al Rasyid, Abu Nawas bertanya lagi, “Masihkah Baginda menginginkan mahkota dari surga?” Baginda Raja tidak menjawab. Beliau diam seribu bahasa, Sejenak kemudian Abu Nawas mohon diri karena Abu Nawas sudah tahu jawabnya.    

Rabu, 17 Januari 2018

Renungkan!!! Prestasi Indonesia

Renungkan!!!
Prestasi Indonesia

“negeri kita kaya, indah, dan asri”
kalimat itu sejak lahir hingga saat ini tetap kudengar, menggelegar
senang aku berada di Negara persatuan ini
bertahun-tahun aku berdiri
nyatanya, kalimat itu dilontarkan oleh orang-orang lugu
tidak sadar atau pura-pura tidak sadar
kita budak dari wakil rakyat kita sendiri
kita penghasil uang mereka,
dan lalu mereka memperbudak dirinya pada orang kulit putih
pemuda Indonesia belombaxx mendapat medali emas di luar pagar mereka
sedang emas miliknya dikuras si kulit putih
Indonesia kaya akan prestasi
prestasi memalukan
aku malu jadi orang Indonesia


Puisi: Terima Kasih

Terima-Kasih,-Ucapan-Sederhana-Tapi-Sering-Terlupakan.jpgPuisi:
Terima Kasih

Saban hari kau lafalkan kata-kata suci
Sedang aku kau suruh mengikuti
Dari alif hingga ya’
Dari al-fatihah hingga al-ikhlas
Dari lidahku kaku hingga murattal pun aku mampu
Saban hari kau ajari aku ajaran mulia
Ajaran Ilahi dan Rasul-Nya
Aku ingat betul, kau bawa kitab ditanganmu
Sambil mengenakan bangkiak khas dikakimu
Menuju surau untuk bertransaksi ilmu
Dengan beralas keramik yang dingin
Aku buka lembar-lembar berwarna kuning
Dari kitab kuning itulah sari-sarinya kau kemas,
Lalu dituang-suapkan dari lisanmu yang lembut ke telinga-telinga yang awam ini
Berjam-jam kau jelaskan,
Kau kirim-salurkan pada kepala-kepala yang di dalamnya ada benih kehidupan

Ya Sayyidy…
Engkau bapakku, bapak ukhrawi
Kau bagai kawah baruku, terasa terlahir kembali
Vertical horizon ku pahami
Karnamu aku mengerti halal-haram
Karnamu aku apatis pada hedonis
Ya Sayyidy…
Kau pahat hatiku
Kau bentuk jiwaku
Yang sebelumnya seperti kucing-kucing liar di jalanan semu
Meski aku memberontak dan menolak
Semangatmu tetap berkobar menyala-nyala
Meski aku liar dan sering melanggar
Sabarmu tak habis, tak gersang dan beku
Kau terus bakar tekadmu
Menatap dan menjemput mimpi-mimpimu untukku
Ya Sayyidy…

Bagaimana aku harus berterima kasih padamu….

Jumat, 12 Januari 2018

Kisah Humor Abu Nawas: Botol Ajaib

Kisah Humor Abu Nawas:
Botol Ajaib

Tidak ada henti-hentinya. Tidak ada kapok-kapoknya, Baginda selalu memanggil Abu Nawas untuk dijebak dengan berbagai pertanyaan atau tugas yang aneh-aneh. Hari ini Abu Nawas juga dipanggil ke istana.Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.

Abu Nawas hanya diam. Tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la tidak memikirkan bagaimana cara menangkap angin nanti tetapi ia masih bingung bagai­mana cara membuktikan bahwa yang ditangkap itu memang benar-benar angin. Karena angin tidak bisa dilihat. Tidak ada benda yang lebih aneh dari angin. Tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak. Baginda hanya memberi Abu Nawas waktu tidak le­bih dari tiga hari. Abu Nawas pulang membawa pekerjaan rumah dari Baginda Raja. Namun Abu Nawas tidak begitu sedih. Karena berpikir sudah merupakan bagian dari hidupnya, bahkan merupakan suatu kebutuhan.

la yakin bahwa dengan berpikir akan terbentang jalan keluar dari kesulitan yang sedang dihadapi. Dan dengan berpikir pula ia yakin bisa menyumbangkan sesuatu kepada orang lain yang membutuhkan terutama orang-orang miskin. Karena tidak jarang Abu Nawas menggondol sepundi penuh uang emas hadiah dari Baginda Raja atas kecerdikannya.

Tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. Sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap. Mungkin sudah takdir; kayaknya kali ini Abu Nawas harus menjalani hukuman karena gagal melaksanakan perintah Baginda. la berjalan gontai menuju istana. Di sela-sela kepasrahannya kepada takdir ia ingat sesuatu, yaitu Aladin dan lampu wasiatnya.“Bukankah jin itu tidak terlihat?” Abu Nawas bertanya kepada diri sendiri. la berjingkrak girang dan segera berlari pulang. Sesampai di rumah ia secepat mungkin menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju ista­na. Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal karena Baginda se­dang menunggu kehadirannya.

Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas. “Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?” “Sudah Paduka yang mulia.” jawab Abu Nawas dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu. Baginda menimang-nimang botol itu.

“Mana angin itu, hai Abu Nawas?” tanya Baginda. “Di dalam, Tuanku yang mulia.” jawab Abu Nawas penuh takzim.“Aku tak melihat apa-apa.” kata Baginda Raja.“Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, te­tapi bila Paduka ingin tahu angin, tutup botol itu harus dibuka terlebih dahulu.” kata Abu Nawas menjelaskan. Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung.


“Bau apa ini, hai Abu Nawas?!” tanya Baginda marah. “Ampun Tuanku yang mulia, tadi hamba buang angin dan hamba masukkan ke dalam botol. Karena hamba takut angin yang hamba buang itu keluar maka hamba memenjarakannya dengan cara menyumbat mulut botol.” kata Abu Nawas ketakutan.Tetapi Baginda tidak jadi marah karena penjelasan Abu Nawas memang masuk akal. Dan untuk kesekian kali Abu Nawas selamat.