SARJANA INGSUN RIFAI

Acara Prosesi Wisuda S-1 Bahasa dan Sastra Indonesia STKIP PGRI Pasuruan

Sang Pejuang Keluarga

Pejuang keluarga yang penuh ketangguhan dan keihlasan demi menyongsong masa depan yang cerah

MENATAP MASA DEPAN YANG CERAH

Tampil biasa dan apa adanya walaupun kadang terlihat rendah dari pada yang lainnya

Sukmo Semanding Rogo

Tunduk Patuh Neriman Ing Pandhum.e Gusti Allah

Eling marang Gusti Pangeran tur ra nglaleke dumateng Kanjeng Guru

Biasa dengan membiasakan diri seperti biasa agar tidak terlihat luar biasa walaupun terkadang hanya impian belaka

Jumat, 11 Mei 2018

Kisah: KH. Sholeh Qosim Tentara Sabilillah Turut Perang 10 November


Kisah: KH. Sholeh Qosim Tentara Sabilillah Turut Perang 10 November


KH. Sholeh Qosim
Nahdlatul Ulama kembali kehilangan salah seorang kiainya, yaitu Pengasuh Pondok Pesantren Bahauddin Sepanjang, Sidoarjo, KH Sholeh Qosim. Ia wafat di kediamannya, Kamis (10/3) petang pada saat Shalat Maghrib. Ia dipanggil Allah saat sujud. 

Tak banyak yang tahu, kiai yang lahir pada 1930 ini adalah salah seorang pejuang kemerdekaan NKRI. Dia adalah salah seorang tentara Sabilillah, sebuah kelaskaran rakyat yang dipimpin tokoh NU, KH Masykur dari Malang. 

Salah seorang pengurus Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU Eko Ahmadi, pernah mengikuti pertemuan dengan menghadirkan KH Sholeh Qosim. Salah satu ceritanya adalah bahwa dia adalah salah seorang laskar Sabilillah. 

KH Sholeh Qosim turut berperang pada 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan. Sebelumnya, peristiwa itu didahului dengan fatwa yang dikeluarkan para kiai NU, yaitu Rasolusi Jihad NU pada 22 Oktober yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Santri. 

Dengan fatwa itu berperang membela negara kesatuan Republik Indonesia adalah jihad. Dengan adanya fatwa ini para ulama dan santri mengobrkan semangat berperang melawan penjajah.

Tentang dia turut berperang pada 10 November dibenarkan cucu KH Sholeh Qosim, yaitu Gus Miftah, yang berhasil dihubungi NU Online Kamis tengah malam. 

Menurut dia, KH Sholeh Qosim pada peristiwa masih masih muda. Ia turut berangkat bersama ayahnya, yaitu Kiai Qosim. 

“Jadi, sebenarnya ngawal ayahnya yang bernama Kiai Qosim yang ikut Sabilillah,” katanya. 


Pembelajaran: Langkah-langkah Menulis Pokok Berita dan Contoh


Langkah-langkah Menulis Pokok Berita dan Contoh

Foto Ilustrasi "Menulis Berita"
Pembelajaran Menulis Pokok-Pokok Berita - Berita merupakan suatu informasi yang disampaikan kepada para pembaca atau para pendengar secara lisan maupun tulisan. Berita yang disampaikan dalam bentuk lisan yaitu berita dari radio, dari televisi, dari teman dekat, dari media online yang disampaikan secara lisan, dan sebagainya. Sedangkan berita yang disampaikan dalam bentuk tulisan yaitu berita dari surat kabar, media online yang berupa tulisan, dan lain-lain.
 

Nah, berita memuat informasi yang penting nagi para pembaca atau para pendengar. Oleh karena itu, menemukan inti dari berita (pokok-pokok isi berita) merupakan hal yang penting. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkah dalam mencari pokok berita.
 

A. Langkah-Langkah Mencari Pokok Berita

Ada tiga langkah dalam mencari inti atau pokok berita, yaitu:
1. Dengarkan atau baca berita

Langkah pertama dalam menemukan inti atau pokok berita yang aktual yaitu tentu saja dengan mendengaran atau membaca suatu berita. Cobalah untuk mendengarkan atau membaca berita tersebut secara seksama. Dengarkan atau bacalah berita tersebut secara berulang-ulang jika perlu agar berita dapat dipahami secara jelas (berita di surat kabar atau media online yang dapat didengar atau dibaca secara berulang-ulang).
 

2. Carilah inti berita

Langkah selanjutnya yaitu mencari inti berita. Inti dari suatu berita dapat dicari dengan menggunakan pedoman 5W + 1 H yang mencakup pertanyaan-pertanyaan yang memuat inti berita. berikut akan dijelaskan mengenai pertanyaan-pertanyaan tersebut.
 

Pertanyaan:
 

•    What (Apa)
Apa yang terjadi dalam suatu berita?

•    When (Kapan)
Kapan kejadian tersebut terjadi?

•    Where (Dimana)
Dimana kejadian tersebut terjadi?

•    Who (Siapa)
Siapakah yang terlibat dalam kejadian tersebut?

•    Why (Kenapa)
Kenapa kejadian tersebut terjadi?

•    How (Bagaimana)
Bagaimana kejadian tersebut dapat terjadi?
 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut haruslah kita cari jawabannya ketika kita sedang mendengarkan atau membaca suatu berita. Jika berita tersebut disampaikan secara lisan, maka buku catatan perlu disiapkan untuk mencatat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sedangkan jika berita tersebut disampaikan secara tulisan, maka mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan lebih mudah dengan cara menggaris bawahi jawaban dalam berita tersebut.
 

3. Buatlah ringkasan

Langkah terakhir dalam menulis inti atau pokok berita yaitu dengan membuat ringkasan dari berita tersebut. Ringkasan berita dapat dibuat dengan menggabungkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan 5W + 1H yang telah dicari sebelumnya.
 


B. Contoh Menulis Pokok-Pokok Berita

Bacalah berita 5w 1h tentang relokasi rumah dibawah ini!
 

Warga Kawasan Pasar Ikan Direlokasi
Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, telah digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Senin (11/4/2016) lalu. Sebagian warga direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur dan sebagian lainnya bersikukuh untuk tetap tinggal di perahu di sekitar lokasi penggusuran.


Warga yang memilih direlokasi ke Rusun Rawa Bebek mengatakan bahwa rusun yang mereka tempati cukup nyaman. Mereka juga menyebut fasilitasnya memadai.
 

Sapiudin, salah satu warga kawasan Pasar Ikan yang sekarang menjadi penghuni rusun, mengatakan bahwa rusun tempat mereka tinggal nyaman dan lingkungannya sehat. Ia juga mengatakan bahwa ia setiap pagi bisa olahraga keliling rusun.



Pokok-pokok berita

Pokok-pokok berita menggunakan pedoman 5W + 1H:
 

•    What (Apa)
 “Sebagian warga direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur.”

•    When (Kapan)
 “Peristiwa tersebut terjadi pada hari Senin, 11 April 2016”

•    Where (Dimana)
 “Peristiwa tersebut terjadi di Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara”

•    Who (Siapa)
“Warga Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara.”

•    Why (Kenapa)
“Peristiwa tersebut terjadi karena Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, telah digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta”

•    How (Bagaimana)
“Sebagian warga Kawasan Pasar Ikan telah direlokasi ke Rusun Rawa Bebek dan sebagian lainnya bersikukuh untuk tetap tinggal di perahu di sekitar lokasi penggusuran. Warga yang memilih direlokasi mengaku rusun yang mereka tempati cukup nyaman dan fasilitasnya memadai.”

 

Kesimpulan

Berita diatas mengungkapkan bahwa warga Kawasan Pasar Ikan telah direlokasi ke Rusun Rawa Bebek, Cakung, Jakarta Timur pada hari Senin, 11 April 2016. Peristiwa tersebut terjadi di Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara. Relokasi warga Kawasan Pasar Ikan disebabkan Kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, telah digusur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sebagian warga direlokasi ke Rusun Rawa Bebek dan sebagian lainnya memutuskan untuk tetap tinggal di perahu di sekitar lokasi penggusuran. Warga yang memilih direlokasi mengatakan bahwa rusun yang mereka tempati cukup nyaman. Mereka juga menyebut fasilitasnya memadai.

Nah, demikianlah pembahasan artikel kali ini mengenai panduan menulis dan contoh pokok berita. Sobat, cobalah berlatih menulis pokok berita tentang pendidikan dan bencana berikut ini agar Sobat menjadi fasih dalam menemukan pokok berita.


Rabu, 09 Mei 2018

Taukah Kamu: Stadion Senayan Dijual, Nama Soekarno Dibuang


Stadion Senayan Dijual, Nama Soekarno Dibuang

Suara Jiwa Pelopor - Nama Bung Karno bakal hilang dari Istora Senayan. Pasalnya Stadion Gelora Bung Karno (GBK) dijual dan berubah nama menjad Blibli Arena.

Chief Executive Officer (CEO) Blibli.com, Kusumo Martanto membenarkan pergantian nama GBK menjadi Blibli Arena.

“Perubahan nama Istora Senayan menjadi Blibli Arena menunjukkan totalitas kami untuk mendukung semua kegiatan positif masyarakat Indonesia,” ujar Kusumo di Jakarta, Senin (7/5).

Perubahan nama dari Istora Senayan menjadi Blibli Arena merupakan bentuk penyambutan turnamen Indonesia Open 2018 yang akan berlangsung di tempat tersebut pada 3-8 Juli mendatang.

Turnamen bulu tangkis kelas superseries tersebut kini disokong Blibli.com sebagai sponsor utama, menggantikan Bank Central Asia (BCA) pada Indonesia Open tahun lalu. Dengan demikian, turnamen Indonesia Open tahun ini memiliki nama resmi Blibli Indonesia Open 2018.

“Kami memiliki visi dan misi untuk memberdayakan Indonesia dan mendukung anak muda untuk berprestasi dengan melakukan kegiatan yang positif seperti olahraga bulu tangkis,” tutur dia.

Gedung olahraga yang dibangun pada 24 Agustus 1962 itu memiliki nama resmi Istana Olahraga Gelora Bung Karno. Namun, tempat itu lebih dikenal dengan nama Istora Senayan.

Jelang Asian Games 2018, tepatnya pada September 2016, Istora Senayan direnovasi menjadi lebih modern. Pengerjaan renovasi tuntas pada Januari 2018.

Sebelum direnovasi, Istora dapat menampung sekitar 10.000 penonton. Kursi panjang kayu yang dulu terpasang kemudian diganti dengan kursi single seat sehingga kapasitasnya berubah menjadi 7.120 penonton.

Tak hanya kursi penonton yang berubah, tetapi juga pencahayaan lapangan. Dulu Istora hanya menggunakan lampu gantung.

Kini, dengan teknologi baru, lampu bisa bergerak naik-turun pada ketinggian 9-12 meter dan dapat diatur sesuai kebutuhan. Selain itu, Istora kini dilengkapi pendingin ruangan tipe AHU yang telah disesuaikan dengan corong udara di sisi-sisi atap. Dengan demikian, pendingin ruangan tidak akan memengaruhi arah kok saat di udara.

Asal Mula Nama GBK

Tahun ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah event olahraga terbesar di Asia, Asian Games. Untuk menyambut gelaran ke-18 perlombaan berbagai cabang olahraga antarnegara tersebut, Pemerintah Indonesia kembali merenovasi Stadion Gelora Bung Karno (GBK).

Di balik kemegahan bangunan Gelora Bung Karno tersebut, ternyata tersimpan kontribusi dua ulama cum politisi yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), yaitu KH Saifuddin Zuhri dan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Keduanya yang memberi nama sekaligus mempertahankan kompleks olahraga terbesar di Indonesia dengan nama Gelora Bung Karno.

Saat akan diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 1962 kawasan yang berdiri di atas lahan seluas 270 hektare itu belum memiliki nama. Pada suatu pagi di serambi belakang Istana Merdeka, Bung Karno bersama beberapa menteri sedang membicarakan hal tersebut. Hadir di antaranya Menteri Dalam Negeri Dr Soemarno, Menteri Olahraga Maladi, dan beberapa pejabat lainnya, termasuk Menteri Agama kala itu KH Saifuddin Zuhri.

Dalam perbincangan tersebut, hampir disepakati sebuah nama untuk kompleks tersebut, yaitu Pusat Olah Raga Bung Karno. Usulan tersebut disanggah oleh Kiai Saifuddin, ayah Menteri Agama saat ini Lukman Hakim Saifuddin.

“Nama itu tidak cocok dengan sifat dan tujuan olahraga,” komentar Kiai Saifuddin. Semua mata tertuju kepadanya seakan tampak tak senang dengan sanggahannya tersebut.

“Mengapa?” selidik Bung Karno. “Kata ‘pusat’ pada kalimat ‘Pusat Olah Raga’ itu kedengarannya kok statis, tidak dinamis seperti tujuan kita menggerakkan olahraga,” jawab Kiai Saifuddin. “Usulkan nama gantinya kalau begitu!” sergah Bung Karno. “Nama ‘Gelanggang Olah Raga’ lebih cocok dan lebih dinamis,” usulnya.

“Nama Gelanggang Olah Raga Bung Karno kalau disingkat menjadi Gelora Bung Karno! Kan mencerminkan dinamika sesuai dengan tujuan olahraga,” jelasnya lebih lanjut.

“Waah, itu nama yang hebat. Saya setuju!” ungkap Bung Karno.

Saat itu pula, Bung Karno memerintahkan Menpora Maladi untuk mengganti nama tempat tersebut menjadi Gelora Bung Karno. Pada kesempatan itu pula, Kiai Saifuddin mengusulkan pemerintah untuk membangun masjid di areal GBK. Usul itupun diterima oleh Bung Karno.

Tetapi, seiring dinamika politik yang mendera Indonesia, nama Gelora Bung Karno terusik. Pergantian rezim dari Orde Lama ke Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Suharto melakukan upaya massif untuk menghilangkan peran Presiden Sukarno. Proses desukarnoisasi itu pun menimpa pada penamaan Gelora Bung Karno.

Pada 1989, Presiden Suharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 4 yang berisi tentang pergantian nama Gelora Bung Karno menjadi Stadion Utama Senayan. Yayasan pengelolanya pun diubah dari Yayasan Gelora Bung Karno menjadi Yayasan Gelanggang Olahraga.

Tentu saja, kebijakan tersebut menghilangkan spirit sekaligus nilai historis dari kompleks olahraga tersebut. Tak banyak pihak yang berani menentang meski pada dasarnya banyak yang tak sepakat. Sikap represif pemerintah terhadap perbedaan pendapat memaksa pelbagai pihak yang keberatan untuk tutup mulut. Tak berani memprotesnya.

Mengembalikan nama Gelora Bung Karno kembali mencuat lebih dari satu dekade kemudian. Setelah Orde Baru lengser. Pada zaman Presiden Gus Dur, usulan itu muncul.

Usulan pergantian nama itu, pertama kali muncul saat digelar rapat dengar pendapat antara Komisi I DPR dan Mensesneg kala itu, yang juga menjadi Ketua Badan Pengelola Gelora Senayan (BPGS) pada 24 Oktober 2000. Usulan tersebut, kemudian direspon Presiden Abdurrahman Wahid pada saat menghadiri HUT PDI Perjuangan ke-28 di Stadion Utama Senayan, pada 14 Januari 2001.

Apa yang dijanjikan oleh Gus Dur tersebut lantas ditindaklanjuti beberapa waktu kemudian. Ia mengeluarkan Keputusan Presiden No. 7 tahun 2001 tentang pengalihan nama dari Stadion Utama Senayan kembali ke nama awal, Gelora Bung Karno.

Saat meresmikan stadion pada 21 Juli 1962, Bung Karno mengklaimnya sebagai yang terhebat di dunia. “Saya sudah keliling dunia melihat stadion di Rio de Janeiro, sudah melihat stadion di Warsawa, di Mexsiko, dan di negara-negara lain. Wah..Stadion Utama ini adalah yang terhebat di seluruh dunia,” ujarnya dengan gaya orasinya yang khas. NH/HDS

Referensi:



Stadion Senayan Dijual, Nama Soekarno Dibuang

https://thejak.co/2018/05/stadion-se...karno-dibuang/

Selasa, 08 Mei 2018

Materi Pembelajaran: Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP


Rangkuman Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 SMP




BAB 1 BERCERITA

  1. Langkah-langkah menyimpulkan isi berita adalah memahami isi berita dengan menjawab singkat dan tepat pertanyaan-pertanyaan berikut.
a.     Apa yang terjadi? (what)
b.    Siapa yang terlibat? (who)
c.     Kapan terjadi? (when)
d.    Di mana terjadinya? (where)
e.     Mengapa terjadi? (why)
  1. Cara menyapaikan berita:
a.     Cerita runtut,
b.    Lafal jelas dan tepat,
c.     Intonasi tepat,
d.    Gestur tepat dan berguna.
  1. Ciri-ciri pantun:
a.     setiap bait terdiri atas 4 baris,
b.    setiap baris terdiri atas 8–12 suku kata,
c.     bunyi akhir setiap baris (rima) bersajak a b a b,
d.    baris 1 dan 2 merupakan sampiran, baris 3 dan 4 merupakan isi.
e.      

BAB 2 PERTUNJUKAN

  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menceritakan pengalaman antara lain sebagai berikut.
a.     Menggunakan pilihan kota/diksi yang tepat.
b.    Menggunakan kalimat efektif dan menarik.
  1. Langkah-langkah menceritakan pengalaman pribadi.
a.     Mengingat-ingat secara detail/terperinci pengalaman yang paling mengesankan.
b.    Menulis kata-kata kunci untuk mempermudah merangkai alur cerita.
c.     Menguraikan kejadian serta terperinci dan lengkap.
d.    Menggunakan diksi yang tepat.
e.     Menggunakan kalimat yang efektif dan menarik.
  1. Pengalaman-pengalaman pribadi yang mengesankan dapat kamu tuangkan dalam buku harian dengan pengungkapan dan bahasa yang baik dan benar.
  2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menceritakan kembali cerita anak.
a.     Judul cerita.
b.    Hal-hal yang menarik dari cerita.
c.     Hal-hal yang tidak menarik dari cerita.
d.    Tokoh-tokoh dalam cerita.
e.     Watak para tokoh.
f.     Runtutan/akhir cerita.
g.    Konflik dalam cerita.
h.     Penyelesaian dalam cerita.
  1. Dalam menceritakan kembali cerita anak, hendaknya kamu menggunakan pilihan kata yang tepat dan gaya yang menarik.

BAB 3 PENGALAMAN YANG MENGESANKAN

  1. Membaca cepat adalah membaca dengan teknik cepat tanpa mengurangi pemahaman terhadap isi bacaan.
  2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca cepat antara lain:
a.     metode jarak mata (memperluas jangkauan mata dan mengurangi regresi),
b.    menghilangkan kebiasaan membaca dengan bersuara,
c.     meningkatkan kosentrasi.
  1. Surat pribadi merupakan surat yang ditulis untuk kepentingan pribadi. Isi surat berupa bentuk ungkapan perasaan pribadi yang dituangkan dalam bahasa tulis. Bahasa surat hendaknya mudah dipahami, sopan, ramah, dan sistematis.
  2. Sistematika surat pribadi terbagi ke dalam bagian pendahuluan, bagian isi, dan bagian penutup.
  3. Dongeng termasuk dalam salah satu bentuk sastra lama yang disebarkan secara lisan dan tidak diketahui siapa pengarangnya (anonim). Dongeng dapat dipahami dari tema dongeng dan hal-hal menarik dari dongeng tersebut.
  4. Bercerita dengan alat peraga bertujuan untuk memudahkan pendengar memahami hal/petunjuk yang rumit.
  5. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bercerita dengan alat peraga.
a.     Alat peraga sesuai dengan cerita.
b.    Alat peraga hendaknya mempermudah pemahaman pendengar/penonton.
c.     Tentukan alat peraga sesuai dengan kebutuhan.
d.    Peragakan alat peraga sesuai dengan alur cerita.

BAB 4 KEGIATAN

  1. Intonasi adalah kuat lemahnya tekanan suara ketika membaca.
  2. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyampaikan pengumuman secara lisan.
a.     Mengucapkan lafal dengan tepat.
b.    Menggunakan intonasi dengan tepat.
c.     Menggunakan kalimat yang lugas dan sederhana.
  1. Dongeng merupakan cerita prosa yang bersifat khayalan. Berkembang sebagai sastra lisan yang bersifat anonim. Dongeng mulai disampaikan secara tertulis setelah masyarakat mengenal tulisan.
  2. Langkah-langkah menulis kembali isi dongeng yang sudah dibaca/didengarkan  antara lain sebagai berikut.
a.     Dengarkan pembacaan dongeng, kemudian bacalah kembali dengan saksama dan teliti!
b.    Catatlah hal-hal penting dalam dongeng!
c.     Perhatikan alur, tokoh, latar, karakter tokoh, dan unsur pendukung lainnya!
d.    Tulislah isi dongeng dengan menggunakan bahasamu sendiri!

BAB 5 PERILAKU

  1. Pokok-pokok berita dapat ditemukan dengan menganalisis pertanyaan-pertanyaan berikut.
a.     Peristiwa apa yang terjadi?
b.    Siapa pelaku dalam peristiwa tersebut?
c.     Di mana tempat terjadinya peristiwa?
d.    Kapan waktu terjadinya peristiwa?
e.     Apa penyebab kejadian tersebut?
f.     Bagaimana proses terjadinya peristiwa?
  1. Pengumuman merupakan pemberitahuan tentang sesuatu kepada khalayak. Hal-hal pokok dalam pengumuman.
a.     Pengumuman ditujukan kepada siapa.
b.    Maksud/isi pengumuman.
c.     Asal pengumuman.
  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun pengumuman.
a.     Bentuk/model pengumuman harus menarik.
b.    Bahasa yang digunakan jelas dan persuasif (membujuk).
c.     Maksud/isi mudah dipahami.
d.    Khalayak yang dituju dinyatakan secara eksplisit (terang-terangan).
  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengomentari buku cerita:
a.     tema yang diangkat,
b.    penokohan dan perwatakan tokoh,
c.     kelemahan-kelemahan isi buku, dan
d.    kelebihan-kelebihan isi buku.

 

BAB 6 CITA-CITA

  1. Wawancara adalah proses dialog antara orang yang mencari informasi dengan narasumber.
  2. Narasumber merupakan orang yang mempunyai kemampuan lebih dalam bidang tertentu/ahli/pakar.
  3. Sebelum kamu menceritakan tokoh idolamu, perhatikan langkah-langkah berikut!
a.     carilah data-data dan identitas tentang tokoh idolamu!
b.    tulislah tema yang menurutmu paling menarik dari tokoh idolamu.
  1. Sebelum menulis riwayat hidup tokoh idolamu, data-data yang perlu kamu cari antara lain:
a.     prestasi daslam bidangnya
b.    perilaku/sikap dalam bergaul
c.     keistimewaan tokoh
d.    prestasi yang membanggakan untuk bangsa dan negara
  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi adalah:
a.     gaya bahasa
b.    diksi/pilihan kata
c.     irama
  1. Langkah-langkah menulis puisi:
a.     pilih objek inspirasi!
b.    ungkapkan perasaan dengan kata-kata yang kamu suka!
c.     susun kata-kata tersebut menjadi baik!
d.    baca dan hayati kata-kata yang kamu pilih!

 

BAB 7 KERJA KERAS

  1. Membaca intensif adalah membaca sebuah teks bacaan secara mendalam untuk memperoleh pemahaman mengenai isi teks bacaan tersebut.
  2. Gagasan utama merupakan pikiran utama yang dikembangkan sehingga menjadi teks bacaan.
  3. Untuk mengubah teks wawancara menjadi narasi kamu harus mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung.
  4. Nada, irama, dan diksi dalam puisi mencerminkan isi dari puisi itu sendiri.
  5. Menulis puisi diawali dengan pencarian ide/gagasan melalui objek-objek yang bisa menciptakan inspirasi. Ide tersebut kemudian diungkapkan dengan bahasa yang padat, indah, dan sarat makna.

 

BAB 8 MENGUNGKAPKAN PENDAPAT DAN IMAJINASI

  1. Wawancara merupakan percakapan tanya jawab yang dilakukan oleh  dua orang atau lebih tentang suatu tema antara penanya dan narasumber.
  2. Penanya adalah pewawancara yang mencari/menanyakan informasi dari tema yang dibicarakan.
  3. Narasumber adalah orang yang diwawancarai/memberikan informasi. Narasumber biasanya seorang profesional, ahli, tokoh, atau pakar dalam tema yang sedang dibicarakan.
  4. Untuk dapat menuliskan hal-hal penting dari wawancara yang kamu dengar, perhatikan 2 hal berikut ini!
a.     pertanyaan apa yang diajukan oleh penanya, dan
b.    jawaban narasumber mengenai pertanyaan tersebut.
  1. Biografi merupakan catatan riwayat hidup seorang tokoh yang ditulis dalam bentuk buku.
  2. Ciri-ciri cerpen:
a.     panjang cerita tidak lebih dari 10.000 kata,
b.    mengandung satu gagasan utama,
c.     menyajikan kejadian yang paling menarik, dan
d.    berakhir dengan penyelesaian.
  1. Hal-hal yang dinilai dalam menanggapi cara pembacaan cerpen antara lain:
a.     power/kekuatan vokal,
b.    intonasi,
c.     pelafalan,
d.    interpretasi,
e.     teknik representatif/teknik pembacaan, dan
f.     penampilan umum.

 

BAB 9 TOKOH IDOLA

  1. Tabel atau diagram merupakan alat pelengkap yang akan memudahkan kita untuk menemukan informasi secara tepat dan cepat.
  2. Tabel merupakan daftar berisi ikhtisar data atau informasi yang tersusun urut ke bawah dalam lajur dan deret tertentu dengan garis pembatas.
  3. Diagram merupakan sketsa untuk menunjukkan atau menerangkan sesuatu. Data disampaikan melalui gambar.
  4. Bentuk-bentuk diagram antara lain diagram gambar, diagram lingkaran, diagram batang, dan diagram pohon.
  5. Memo merupakan surat dinas yang isinya singkat dan dipakai secara intern dalam suatu instansi atau lembaga. Memo ini bersifat resmi. Pesan singkat yang tidak resmi biasanya digunakan dalam komunikasi keluarga.
  6. Latar cerpen merupakan kondisi yang melatarbelakangi cerita dalam cerpen. Latar ini meliputi latar tempat, latar waktu, dan latar suasana. Latar dapat diambil dari khasanah imajinasi pengarang atau realitas sosial di lingkungan sekitar.
  7. Agar intonasi membaca teks perangkat upacara tepat, usahakan penjedaan dalam membaca juga tepat.

 

BAB 10 SOSIAL DAN BUDAYA

  1. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam percakapan melalui telepon adalah:
a.     penggunaan kalimat yang efektif dan
b.    penggunaan bahasa yang santun.
  1. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca/menanggapi pembacaan puisi:
a.     irama, yaitu tinggi rendahnya suara;
b.    volume, yaitu kuat lemah, dan keras bentuknya suara;
c.     mimik, yaitu ekspresi wajah; serta
d.    kinesik, yaitu gerak kecil-kecil dari tangan atau wajah.